Komisi XI DPR Bahas Roadmap Danantara, Misbakhun: DDMF Fokus Investasi Jangka Panjang

Berita GolkarKomisi XI DPR RI menggelar rapat kerja dengan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara secara tertutup pada Rabu (1/7/2026). Rapat dimulai sekitar pukul 15.20 WIB dan berlangsung selama 2 jam.

Rapat yang dipimpin Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun itu diagendakan membahas roadmap dan rencana kerja anggaran perusahaan PT Danantara Development Management Fund (DDMF) tahun 2026.

Dari pihak Danantara, rapat diikuti Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani, Chief Technology Officer (CTO) Danantara sekaligus Direktur Utama PT DDMF Sigit Puji Santosa, serta Managing Directors Stakeholders Management & Communications Danantara Rohan Hafas.

Misbakhun menjelaskan, pembahasan dalam rapat mencakup rencana kerja, anggaran, hingga sejumlah proyek yang akan dijalankan DDMF pada tahun ini. Kendati begitu, dia enggan mengungkapkan detailnya karena harus menjaga kredensial dan kerahasiaan rapat yang digelar secara tertutup.

“Banyak yang disampaikan terkait anggaran, banyak juga yang disampaikan terkait dengan proyek dan banyak pertanyaan dari anggota (DPR), tapi semuanya adalah rapat tertutup,” ujar Misbakhun saat ditemui usai rapat di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (1/7/2026), dikutip dari Kompas.

“Saya menjaga kredensial rapat tertutup tersebut, jadi saya tidak bisa mengungkapkan apa yang disampaikan di dalam rapat tersebut,” imbuh dia.

Misbakhun hanya menjelaskan bahwa DDMF nantinya akan difokuskan untuk berinvestasi pada sektor-sektor yang memiliki tingkat pengembalian investasi (return on investment/ROI) jangka panjang yang dinilai kurang menarik bagi investor swasta.

“Kalau diserahkan kepada swasta, itu sangat rendah dan sangat minim partisipasi swastanya. Maka kehadiran negara ditetapkan bahwa DDMF harus masuk ke sana. Itu yang utama,” kata Misbakhun.

Namun, lagi-lagi dia enggan mengungkapkan proyek apa saja yang berpotensi mendapat pendanaan dari DDMF.

Sementara itu, Direktur Utama DDMF Sigit Puji Santosa mengatakan, salah satu agenda yang dibahas dalam rapat adalah rencana DDMF mendukung program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, termasuk program hilirisasi. “Program hilirisasi dan lain-lain itu prioritasnya,” kata Sigit singkat.

Terkait kebutuhan pendanaan, Sigit juga belum membeberkan nilai investasi yang dibutuhkan. Namun, dia memastikan proyek-proyek tersebut tidak akan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “Oh enggak, enggak ada APBN. Ini semua swasta dan investasi. Enggak ada APBN,” kata Sigit.

Managing Directors Stakeholders Management & Communications Danantara, Rohan Hafas menambahkan, rapat tersebut merupakan pertemuan berkala Danantara dengan Komisi XI DPR RI terkait perkembangan pelaksanaan program Danantara ke depannya.

Ia menyebut, setiap keputusan investasi akan terus dikonsultasikan dengan Komisi XI sebab harus ditetapkan dengan prinsi kehati-hatian serta memperhitungkan imbal hasil jangka panjangnya.

“Jadi kami menyampaikan apa yang kami akan lakukan dalam waktu berikutnya, bagaimana return-nya, tentunya kami juga harus berkonsultasi (dengan Komisi XI), jadi kita harus hati-hati memilihnya, walaupun return yang jangka panjang itu tetap harus dihitung secara komersialnya bagaimana,” kata Rohan. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *