Kosgoro 1957 Diminta Tak Gagap Digital, Sari Yuliati: Harus Berperang di Darat dan Udara

Berita GolkarKetua Umum PPK Kosgoro 1957 Sari Yuliati memerintahkan seluruh kader mempercepat konsolidasi organisasi dengan melengkapi struktur kepengurusan hingga ke tingkat akar rumput.

Targetnya, seluruh gerakan Kosgoro 1957 memiliki struktur di 100 persen provinsi dan 50 persen kabupaten/kota se-Indonesia paling lambat akhir Desember 2027.

Instruksi tersebut disampaikan Sari saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) V Gerakan Kosgoro 1957 Tahun 2026 di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Minggu (13/9/2026).

“Gerakan Kosgoro 1957 ini menunjukkan bahwa Kosgoro 1957 adalah rumah besar yang mengedepankan kekeluargaan, gotong royong, dan semangat Tri Dharma Kosgoro,” kata Sari, dikutip dari RM.id.

Dia meminta setiap ketua umum gerakan segera melengkapi kepengurusan di seluruh provinsi. Menurutnya, kelengkapan struktur menjadi bagian penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi.

“Tugas pertamanya adalah melengkapi sarana konsolidasi kita. Karena kalau sarananya tidak lengkap, apa yang mau kita konsolidasikan?” sentil Sari.

Sari membeberkan, saat ini Himpunan Mahasiswa Kosgoro 1957 (Hima) baru memiliki kepengurusan di 10 provinsi, Himpunan Pengusaha Kosgoro 1957 (HPK) di 12 provinsi, dan BMK di 17 provinsi.

Memasuki era digital, Sari juga mengingatkan kader Kosgoro 1957 agar tidak gagap teknologi. Menurutnya, penguatan organisasi tidak cukup dilakukan melalui konsolidasi di lapangan, tetapi juga harus memanfaatkan ruang digital.

“Sadar digitalisasi, sadar sosial media. Selain berperang di darat, kita juga harus berperang di udara,” ujarnya.

Sari menegaskan, target konsolidasi tersebut bukan sekadar untuk memperkuat organisasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat Partai Golkar.

“Kader Kosgoro 1957 harus hidup bersama rakyat, berkarya, dan mengabdi untuk rakyat,” tuturnya.

Mubes V Kosgoro 1957 juga menjadi ajang penyatuan kekuatan tiga gerakan strategis, yakni Gerakan Perempuan Kosgoro 1957 (GP2K), Himpunan Pengusaha Kosgoro 1957 (HPK), dan Himpunan Mahasiswa Kosgoro 1957 (HIMA).

Sari yang juga Wakil Ketua DPR RI mengatakan, konsolidasi ketiga gerakan tersebut perlu segera dituntaskan agar agenda organisasi dapat berjalan optimal.

“Harapannya konsolidasi cepat tercapai sehingga agenda-agenda dari Kosgoro 1957 bisa segera kita rampungkan,” tegasnya.

Dia juga meminta seluruh gerakan Kosgoro 1957 menjadi amplifier atau pengeras suara bagi Partai Golkar, sebagaimana arahan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia.

Menurut Sari, arahan tersebut harus menjadi kompas bagi seluruh kader dalam menjalankan kegiatan organisasi di lapangan.

“Seluruh gerakan Kosgoro 1957 itu adalah untuk menjadi amplifier bagi Partai Golkar,” pungkas Sari.

Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, Mubes Bersama Gerakan Kosgoro 1957 Tahun 2026 resmi dibuka. []