Berita Golkar – Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta, Andri Santosa, menyoroti kinerja PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk yang mengalami penurunan laba pada awal 2026.
Andri mempertanyakan capaian kinerja Ancol yang dinilai masih jauh dari target yang telah ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) 2026.
Hal itu disampaikan Andri dalam rapat pembahasan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Perubahan 2026 bersama jajaran BUMD di Komisi B DPRD DKI Jakarta, beberapa waktu lalu. Menurut Andri, laba bersih Ancol pada kuartal I 2026 tercatat mengalami defisit sekitar Rp37 miliar.
Sementara itu, hingga Mei 2026, kondisi tersebut memang mulai mengalami pemulihan, tetapi capaian laba masih belum sesuai target.
“Turut agak prihatin karena penurunan laba bersih Mei 2026 minus sekitar 21 miliar. Di kuartal I kita minus Rp37 miliar dari Januari sampai dengan Maret,” kata Andri, dikutip dari Akurat.
Ia kemudian menyoroti target laba positif Ancol pada 2026 yang ditetapkan sebesar Rp130,561 miliar. Namun, hingga periode Mei, realisasinya baru mencapai sekitar 17 persen.
“Bapak mempunyai target RKA laba positif di 2026 itu Rp130,561 miliar. Namun sampai saat ini yang tercatat capaiannya baru mencapai 17 persen,” ujarnya.
Selain laba, Anggota Komisi B itu juga mempertanyakan realisasi pendapatan Ancol. Berdasarkan data yang disampaikannya, target pendapatan perusahaan dalam RKA 2026 tercatat sebesar Rp1,283 triliun. Namun, hingga bulan kelima 2026, realisasi pendapatan tersebut baru mencapai sekitar Rp383,749 miliar.
“Total pendapatan yang tadinya RKA-nya tercatat Rp1,283 triliun, di bulan kelima itu baru tercatat Rp383,749 miliar. Tolong nanti dijelaskan,” tuturnya.
Meski menyoroti capaian keuangan, Andri mengapresiasi langkah Ancol dalam mengembangkan sumber pendapatan di luar bisnis wahana rekreasi. Ia menyebut Ancol memiliki sejumlah potensi bisnis lain, termasuk pengembangan kawasan permukiman serta sektor industri.
“Ke depannya mudah-mudahan inovasi dari Ancol sendiri. Ternyata ada beberapa core business selain wahana, ada juga pemukiman, HGB di atas HPL, sama industrial,” kata Andri. []



