Berita Golkar – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mencatat penilaian positif dalam survei terbaru Indonesia Political Opinion (IPO).
Ia menempati posisi kedua dalam kategori kinerja menteri bidang politik, hukum, dan keamanan (Polhukam), sekaligus menjadi menteri perempuan dengan penilaian kinerja tertinggi dalam survei tersebut.
Hasil survei yang dirilis pada Sabtu, 24 Oktober 2026, itu menempatkan Meutya di bawah Menteri Dalam Negeri M. Tito Karnavian.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa nama Meutya turut diperhitungkan dalam penilaian responden terhadap kinerja pejabat pemerintahan, khususnya di kelompok kementerian dan lembaga yang berkaitan dengan bidang Polhukam.
Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah, menjelaskan bahwa sejumlah pejabat memperoleh penilaian dari responden dalam kategori tersebut. Tito Karnavian berada di urutan teratas, disusul Meutya Hafid dan Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin.
“Di bidang Polhukam, kinerja Menteri Dalam Negeri menempati posisi tertinggi, diikuti Menteri Komunikasi dan Digital, lalu Jaksa Agung,” ujar Dedi, dikutip dari viva.
Meutya Hafid Raih Penilaian 4,9 Persen
Berdasarkan hasil survei IPO, Tito Karnavian memperoleh persentase penilaian sebesar 13,5 persen. Sementara itu, Meutya Hafid mengantongi 4,9 persen dan berada di posisi kedua dalam kelompok Polhukam.
Di bawah Meutya, Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin memperoleh 3,0 persen. Berikutnya, Sjafrie Sjamsoeddin mencatat 2,1 persen, sedangkan Dudung Abdurachman mendapatkan 1,9 persen.
Perolehan tersebut memperlihatkan urutan penilaian responden terhadap sejumlah pejabat yang masuk dalam kategori Polhukam.
Meski demikian, persentase survei perlu dipahami sebagai gambaran persepsi responden pada saat pengumpulan data, bukan sebagai ukuran tunggal yang menentukan keberhasilan seluruh pelaksanaan tugas seorang pejabat.
Dalam konteks pemberitaan politik dan pemerintahan, hasil survei semacam ini dapat menjadi salah satu indikator untuk membaca penilaian masyarakat. Namun, interpretasinya tetap perlu mempertimbangkan metode penelitian, cakupan pertanyaan, serta konteks kebijakan yang dijalankan oleh masing-masing pejabat.
Masuk 10 Besar Menteri Berkinerja Baik
Penilaian positif terhadap Meutya tidak hanya muncul dalam kategori Polhukam. Ia juga masuk dalam jajaran 10 besar menteri dengan penilaian kinerja terbaik secara keseluruhan berdasarkan survei IPO. Dalam kategori tersebut, Meutya memperoleh persentase sebesar 5,9 persen.
Angka ini berbeda dari perolehan 4,9 persen yang dicatatnya dalam kategori Polhukam karena keduanya merujuk pada kelompok penilaian yang berbeda.
Dedi Kurnia Syah turut menyoroti posisi Meutya dalam penilaian terhadap para menteri perempuan. Menurut dia, Meutya menjadi menteri perempuan dengan persepsi kinerja paling baik berdasarkan hasil survei tersebut.
“Menteri Meutya Hafid bahkan menempati posisi tertinggi sebagai menteri wanita yang memiliki kinerja paling baik,” kata Dedi.
Pernyataan itu menegaskan posisi Meutya dalam kategori penilaian kinerja menteri perempuan. Meski demikian, hasil tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa seluruh responden memiliki pandangan yang sama terhadap kinerjanya.
Hasil Survei Jadi Gambaran Persepsi Publik
Survei IPO memberikan gambaran mengenai bagaimana responden menilai kinerja sejumlah pejabat pemerintahan. Dalam kategori Polhukam, Tito Karnavian berada di urutan pertama, sementara Meutya Hafid menempati posisi berikutnya, diikuti Sanitiar Burhanuddin.
Bagi Meutya, capaian tersebut menempatkannya dalam jajaran pejabat yang mendapat penilaian positif pada survei yang dirilis 24 Oktober 2026.
Selain itu, posisinya di antara 10 besar menteri berkinerja baik secara keseluruhan memperkuat sorotan terhadap hasil penilaian yang diperolehnya. Kendati demikian, hasil survei tetap perlu dibaca secara proporsional.
Persentase yang tercatat mencerminkan jawaban responden dalam instrumen survei IPO dan tidak dengan sendirinya menjadi kesimpulan menyeluruh mengenai efektivitas kebijakan maupun kinerja institusi yang dipimpin para pejabat tersebut.
Untuk menilai kinerja secara lebih komprehensif, hasil survei dapat dibaca bersama informasi lain yang relevan, seperti capaian program, pelaksanaan kebijakan, dan evaluasi yang dapat diverifikasi.
Pendekatan ini penting agar pemberitaan tidak hanya menonjolkan peringkat, tetapi juga membantu pembaca memahami konteks di balik angka yang disajikan.
Dengan demikian, hasil survei IPO menempatkan Meutya Hafid sebagai salah satu menteri yang memperoleh penilaian positif dari responden.
Ia berada di posisi kedua dalam kategori kinerja menteri bidang Polhukam dan tercatat sebagai menteri perempuan dengan penilaian kinerja tertinggi dalam survei tersebut. []



