Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Ajak Masyarakat Hemat Listrik: Matikan Lampu Saat Ruangan Kosong

Berita Golkar – Menghemat listrik di rumah tidak selalu harus dilakukan dengan mengurangi aktivitas sehari-hari. Kebiasaan sederhana seperti mematikan lampu dan peralatan elektronik ketika tidak digunakan dapat menjadi langkah awal untuk menggunakan energi secara lebih efisien.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga mendorong masyarakat membangun kebiasaan hemat energi, baik di rumah maupun di tempat kerja.

Ajakan tersebut disampaikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam pesan kepada pegawai Kementerian ESDM. Ia mengingatkan agar lampu dimatikan ketika ruangan sudah tidak digunakan.

“Kalau sudah tidak ada tamu dan mau pulang, jangan lupa matikan lampu,” ujar Bahlil, dikutip dari RRI.

Masih menurut Bahlil, kebiasaan hemat listrik dapat dimulai dari beberapa langkah sederhana. Lampu di ruangan kosong sebaiknya dimatikan, televisi dan perangkat elektronik tidak dibiarkan menyala tanpa digunakan, sementara penggunaan pendingin ruangan dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

” Kami harap masyarakat juga dapat memilih peralatan elektronik yang lebih efisien untuk membantu mengendalikan konsumsi energi dalam jangka panjang,” Tambahnya.

Selain menghemat listrik, penggunaan energi secara bijak juga berkaitan dengan upaya efisiensi energi secara lebih luas. Kementerian ESDM menyebut efisiensi penting bukan hanya untuk menjaga pasokan energi, tetapi juga untuk menekan dampak terhadap lingkungan.

Pemerintah juga mendorong penggunaan kendaraan listrik sebagai salah satu bagian dari upaya penghematan energi dan transisi menuju energi bersih. Karena itu, penghematan energi dapat dimulai dari rumah melalui kebiasaan yang mudah dilakukan setiap hari.

” Mematikan lampu saat ruangan kosong, menggunakan perangkat elektronik sesuai kebutuhan, dan memilih peralatan yang efisien menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan secara konsisten. Jika kebiasaan tersebut diterapkan bersama, penggunaan energi di tingkat rumah tangga dapat menjadi lebih bijak dan terukur, ” Pungkasnya. []