Berita Golkar – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pengadaan bahan bakar minyak (BBM) dari luar negeri memprioritaskan asas keekonomian dengan membeli dari sumber terbaik dan yang lebih murah.
“Pemerintah Indonesia selalu berpikir, bertindak hati-hati dengan mempertimbangkan dan memprioritaskan asas-asas keekonomian,” kata Menteri ESDM Bahlil usai mengikuti Sidang Paripurna Dewan Energi Nasional (DEN) yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka Jakarta pada Kamis (17/9/2026).
Dia menyampaikan bahwa asas keekonomian yang dimaksud adalah tidak hanya bertujuan untuk menghadirkan produk yang diperlukan oleh masyarakat tapi juga harus memiliki nilai yang ekonomis.
Pertimbangan itu dilakukan agar pengadaan tidak akan memberikan beban lebih terhadap APBN Indonesia dan masyarakat secara umum.
“Kita cari yang terbaik, kita cari yang lebih murah, mana itu yang kita akan beli,” tutur Bahlil, dikutip dari AntaraNews.
Sebelumnya, Bahlil Lahadalia dalam pernyataan pada Jumat (11/9/2026) mengatakan pemerintah melanjutkan pembelian minyak mentah dari Rusia dengan mempertimbangkan kepatuhan terhadap aturan dan aspek keekonomian.
Ia mengatakan pemerintah menentukan sumber pasokan minyak mentah berdasarkan skala prioritas di tengah dinamika kondisi global.
“Kita sekarang ini kan lagi kondisi global kayak begini, kita mencari skala prioritas mana yang duluan bisa mendatangkan crude kita. Selama tidak menabrak aturan dan secara ekonomis masuk,” kata Bahlil.
Bahlil menjelaskan pembelian minyak mentah dari Rusia merupakan bagian dari kerja sama antarpemerintah atau government-to-government (G-to-G) yang kemudian dilanjutkan pada tingkat pemerintah dengan badan usaha atau government-to-business (G-to-B).
Pemenuhan kebutuhan energi nasional sendiri menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam menentukan sumber minyak mentah di tengah perkembangan global. []



