PMI Dianiaya di Malaysia, Wamen P2MI Christina Aryani Ingatkan Pentingnya Kerja di Luar Negeri Lewat Jalur Resmi

Berita Golkar – Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani menekankan pentingnya bekerja di luar melalui prosedur resmi. Hal itu disampaikan Christina merespons kasus penganiayaan yang menimpa seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) berinisial YY di Malaysia.

“Berdasarkan informasi awal, yang bersangkutan bekerja di Malaysia secara nonprosedural,” kata Christina dalam keterangannya, Selasa (16/6/2026).

Meski demikian, ia memastikan negara tetap hadir memberikan pelindungan kepada setiap Warga Negara Indonesia (WNI) yang menghadapi permasalahan di luar negeri.

“Kasus ini juga menjadi pengingat pentingnya bekerja ke luar negeri melalui prosedur yang resmi dan sesuai ketentuan agar setiap pekerja migran memperoleh pelindungan yang optimal sejak sebelum keberangkatan, selama bekerja, hingga kembali ke tanah air,” ujarnya, dikutip dari Kompas.

Kementerian P2MI menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kasus ini hingga proses penanganan selesai. Sementara itu, pihaknya memastikan negara memberikan bantuan kepada seluruh PMI di luar negeri.

Christina mengatakan, Kementerian P2MI langsung berkoordinasi dengan KBRI Kuala Lumpur serta KJRI Johor Bahru guna memastikan kondisi korban, serta menyiapkan langkah-langkah pelindungan dan pendampingan yang diperlukan.

Berdasarkan informasi dari Perwakilan RI, korban saat ini telah menyampaikan laporan kepada KSATRIA KJRI Johor Bahru dan kasus tersebut telah ditindaklanjuti bersama aparat penegak hukum setempat. Pihak kepolisian Malaysia dilaporkan telah mengamankan sejumlah pelaku dalam kasus tersebut.

Kemudian, ia menyebut Perwakilan RI juga telah menyiapkan langkah pendampingan, termasuk fasilitasi pelaporan kepada kepolisian dan pendampingan hukum bagi korban.

“KP2MI menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kasus ini hingga proses penanganan selesai dan memastikan PMI yang bersangkutan memperoleh pendampingan yang diperlukan,” tuturnya. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *