Sosok Maman Abdurrahman, Perjalanan Aktivis Trisakti yang Kini Memimpin Kementerian UMKM

Berita Golkar – Nama Maman Abdurrahman menjadi salah satu figur yang mencuri perhatian dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ketika Kabinet Merah Putih diumumkan pada Oktober 2024, politikus Partai Golkar asal Kalimantan Barat tersebut dipercaya memimpin Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kementerian UMKM merupakan sebuah kementerian yang memiliki peran strategis dalam menggerakkan sektor ekonomi rakyat yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

Penunjukan Maman bukan tanpa alasan. Di balik usianya yang relatif muda, tersimpan perjalanan panjang yang menggabungkan pengalaman aktivisme kampus, dunia profesional sektor energi, organisasi kepemudaan, parlemen, hingga akhirnya menduduki kursi kabinet. Perjalanan tersebut membentuk karakter kepemimpinan yang dikenal lugas, terbuka, dan berorientasi pada solusi.

Maman Abdurrahman lahir di Pontianak, Kalimantan Barat, pada 10 September 1980. Masa kecilnya dihabiskan antara Jakarta dan Pontianak. Pendidikan dasar ditempuh di Jakarta sebelum melanjutkan pendidikan menengah di Pontianak. Lingkungan yang berbeda tersebut ikut membentuk cara pandangnya terhadap keberagaman sosial dan dinamika pembangunan daerah.

Setelah menyelesaikan pendidikan menengah di SMA Negeri 3 Pontianak, Maman melanjutkan studi ke Universitas Trisakti, Jakarta. Ia memilih jurusan Teknik Perminyakan, bidang yang pada saat itu menjadi salah satu disiplin ilmu strategis bagi pembangunan ekonomi nasional. Di kampus inilah fondasi kepemimpinan Maman mulai terbentuk.

Sebagai mahasiswa, ia tidak hanya fokus pada kegiatan akademik. Maman aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan dan menjadi salah satu aktivis yang cukup dikenal di lingkungan kampus.

Ia pernah menjabat Ketua Bidang Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Universitas Trisakti periode 2003–2004 serta dipercaya menjadi Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Trisakti periode 2004–2006. Pengalaman tersebut menjadi ruang pembelajaran penting dalam mengasah kemampuan komunikasi, kepemimpinan, serta membangun jejaring yang kelak sangat berguna dalam perjalanan kariernya.

Setelah meraih gelar Sarjana Teknik Perminyakan dari Universitas Trisakti pada 2008, Maman memulai karier profesional di sektor minyak dan gas bumi. Ia bekerja sebagai insinyur lapangan di PT Premier Oil Indonesia.

Jejak Profesionalisme

Pengalaman bekerja di lapangan memberikan pemahaman mendalam mengenai industri energi, manajemen proyek, serta tantangan pembangunan ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam.

Tidak berhenti di sana, ia kemudian memperluas pengalaman profesionalnya dengan menjabat sebagai Manajer Pengembangan Bisnis di PT Luas Biru Utama. Posisi tersebut memperkaya pemahamannya mengenai dunia usaha, investasi, pengembangan bisnis, serta strategi korporasi. Kombinasi antara latar belakang teknis dan pengalaman bisnis inilah yang kemudian menjadi salah satu modal penting dalam karier publiknya.

Ketertarikan Maman terhadap dunia politik mulai terlihat ketika ia bergabung dengan Partai Golkar pada 2010. Di partai berlambang pohon beringin tersebut, kariernya berkembang cukup cepat. Ia aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan dan menjadi salah satu kader muda yang mendapat perhatian.

Maman pernah menjabat Ketua Dewan Pimpinan Pusat Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), organisasi sayap Partai Golkar yang selama bertahun-tahun menjadi ruang kaderisasi politik bagi generasi muda. Selain itu, ia juga aktif di Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan sejumlah organisasi kepemudaan lainnya.

Peran yang semakin besar membuatnya dipercaya menjadi Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar periode 2016–2019. Selanjutnya, ia dipercaya memimpin DPD I Partai Golkar Kalimantan Barat periode 2020–2025. Posisi tersebut semakin memperkuat pengaruh politiknya di tingkat nasional maupun daerah.

Karier legislatif Maman dimulai ketika ia masuk ke DPR RI melalui mekanisme pergantian antar waktu pada 2018. Setahun kemudian, ia berhasil memperoleh mandat langsung dari masyarakat Kalimantan Barat dan terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2019–2024.

Di parlemen, namanya identik dengan Komisi VII DPR RI yang membidangi energi, riset, teknologi, industri, dan lingkungan hidup. Berkat kapasitas dan kemampuan komunikasi politiknya, Maman kemudian dipercaya menjadi Wakil Ketua Komisi VII DPR RI.

Posisi tersebut membuatnya terlibat dalam berbagai pembahasan strategis yang berkaitan dengan energi nasional, hilirisasi industri, riset teknologi, dan pembangunan ekonomi.

Puncak Karir Politik

Puncak perjalanan politiknya terjadi ketika Presiden Prabowo Subianto menunjuknya sebagai Menteri UMKM dalam Kabinet Merah Putih pada 21 Oktober 2024. Penunjukan tersebut memiliki arti penting karena Kementerian UMKM hadir sebagai kementerian tersendiri yang terpisah dari Kementerian Koperasi dan UKM. Dengan demikian, fokus pemerintah terhadap pengembangan UMKM menjadi semakin spesifik dan terarah.

Sejak hari-hari awal menjabat, Maman langsung memperkenalkan pendekatan baru dalam melihat sektor UMKM. Salah satu langkah simbolik yang mendapat perhatian luas adalah ketika ia mengubah cara pandang terhadap pelaku UMKM. Menurutnya, istilah “pelaku UMKM” perlu diganti menjadi “pengusaha UMKM”.

Bagi Maman, perubahan istilah tersebut bukan persoalan semantik semata. Ia ingin membangun mentalitas baru bahwa UMKM bukan hanya objek pembinaan pemerintah, melainkan subjek ekonomi yang harus dipandang sebagai pengusaha dengan kapasitas untuk tumbuh, berkembang, dan bersaing secara profesional.

Dalam menjalankan tugasnya sebagai Menteri UMKM, Maman juga menunjukkan pendekatan yang cukup berbeda. Jika selama ini banyak pihak beranggapan bahwa persoalan utama UMKM adalah akses pembiayaan, ia justru melihat persoalan yang lebih mendasar.

Menurut Maman, akses pembiayaan sudah mengalami peningkatan yang sangat signifikan selama dua dekade terakhir. Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) terus tumbuh dari tahun ke tahun dan telah menjangkau jutaan pengusaha UMKM di seluruh Indonesia. Karena itu, ia menilai tantangan utama saat ini justru berada pada kondisi pasar domestik yang belum sehat.

Maman menyoroti membanjirnya produk impor murah, termasuk barang yang masuk secara ilegal, yang membuat produk UMKM lokal kesulitan bersaing. Dalam pandangannya, perlindungan pasar domestik menjadi agenda strategis apabila pemerintah ingin mendorong UMKM naik kelas secara berkelanjutan.

Kiprah Sebagai Menteri UMKM

Di bawah kepemimpinannya, Kementerian UMKM juga memperluas berbagai program penguatan ekosistem usaha. Hingga 2026, pemerintah telah menyalurkan pembiayaan KUR kepada jutaan pengusaha UMKM, memperluas penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), meningkatkan sertifikasi halal, memperkuat program inkubasi bisnis, mendorong kemitraan usaha, hingga melibatkan puluhan ribu UMKM dalam rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis.

Selain itu, Maman juga mendorong digitalisasi layanan melalui pengembangan platform SAPA UMKM yang dirancang sebagai sistem data dan layanan terpadu bagi pengusaha UMKM di Indonesia. Platform tersebut diharapkan mampu mengintegrasikan akses pembiayaan, pengembangan kapasitas usaha, hingga perlindungan usaha dalam satu ekosistem berbasis data real time.

Di luar tugas pemerintahan, kiprahnya juga terus terlihat dalam dunia pendidikan dan alumni. Pada 2025, ia terpilih sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni Trisakti periode 2025–2029. Melalui gagasan “Back to Barrack”, Maman mengajak para alumni untuk kembali memperkuat hubungan dengan almamater dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa melalui jejaring profesional yang dimiliki.

Perjalanan Maman Abdurrahman memperlihatkan transformasi seorang aktivis kampus menjadi profesional sektor energi, kemudian tumbuh sebagai politisi nasional hingga akhirnya dipercaya mengelola sektor UMKM yang menjadi fondasi ekonomi rakyat Indonesia.

Dengan pengalaman yang membentang dari dunia teknik, bisnis, organisasi, parlemen, hingga kabinet, Maman kini memikul tanggung jawab besar untuk memastikan jutaan pengusaha UMKM Indonesia mampu naik kelas, lebih kompetitif, dan menjadi kekuatan utama pertumbuhan ekonomi nasional di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *