Mengenal Lima Ketua DPD I Partai Golkar di Kalimantan, Penggerak Konsolidasi dan Pembangunan Daerah

Berita GolkarKalimantan kini memegang peran yang semakin strategis dalam arah pembangunan nasional. Kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN), percepatan pembangunan infrastruktur, penguatan sektor energi, hingga pengembangan sumber daya manusia menuntut hadirnya kepemimpinan daerah yang mampu membangun sinergi antara pemerintahan, masyarakat, dan kekuatan politik. Dalam konteks tersebut, Partai Golkar menempatkan kader-kader terbaiknya untuk memimpin organisasi di lima provinsi se-Kalimantan.

Masing-masing memiliki latar belakang dan perjalanan yang berbeda, mulai dari pengusaha, legislator, kepala daerah, hingga kader yang ditempa melalui proses panjang di internal partai. Namun, mereka dipersatukan oleh satu komitmen yang sama, yakni memperkuat konsolidasi Partai Golkar, mengawal agenda pembangunan nasional di daerah, serta menghadirkan kepemimpinan yang mampu menjawab tantangan dan potensi besar Pulau Kalimantan. Berikut profil singkat lima Ketua DPD I Partai Golkar di Kalimantan yang kini menjadi motor penggerak organisasi di wilayahnya masing-masing.

Rudy Mas’ud, Ketua DPD I Partai Golkar Kalimantan Timur

Tak semua kepala daerah lahir dari ruang politik. Sebagian ditempa lebih dulu di dunia usaha, lalu mengubah pengalaman bisnis menjadi modal kepemimpinan. Jejak itulah yang menggambarkan perjalanan Rudy Mas’ud, sosok yang kini memimpin Kalimantan Timur sebagai gubernur periode 2025–2030. Lahir di Balikpapan pada 7 Desember 1981, Rudy membangun karier sebagai pengusaha di sektor transportasi dan penyimpanan bahan bakar, galangan kapal, hingga energi sebelum terjun ke politik.

Berbekal latar belakang akademik di bidang ekonomi hingga meraih gelar doktor dari Universitas Mulawarman, ia aktif di berbagai organisasi, memimpin SOKSI Kalimantan Timur, kemudian dipercaya menjadi Ketua DPD Partai Golkar Kalimantan Timur periode 2020–2025 dan 2025-2030. Di bawah kepemimpinannya, Partai Golkar Kaltim memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu kekuatan politik utama di provinsi tersebut. Kiprahnya berlanjut sebagai Anggota DPR RI periode 2019–2024 sebelum memenangkan Pilkada Kalimantan Timur 2024 bersama Seno Aji dan dilantik sebagai Gubernur Kalimantan Timur periode 2025–2030.

Memimpin Kalimantan Timur di era pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), Rudy membawa visi yang menitikberatkan pada percepatan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, dan penguatan ekonomi daerah. Salah satu program unggulannya adalah “Gratis Pol” yang menyasar kebutuhan pendidikan serta pemenuhan gizi masyarakat.

Berasal dari keluarga yang dikenal luas di Kalimantan Timur dan memiliki rekam jejak panjang dalam organisasi sosial maupun olahraga, Rudy juga berhasil mempertahankan kemenangan Pilkada 2024 setelah gugatan hasil pemilihan ditolak Mahkamah Konstitusi, sehingga kepemimpinannya bersama Seno Aji resmi mengemban amanah sebagai pemimpin baru Kalimantan Timur.

Syarwani, Ketua DPD I Partai Golkar Kalimantan Utara

Ada pemimpin yang lahir dari panggung politik nasional, ada pula yang tumbuh dari akar daerah. Syarwani termasuk yang menapaki jalur kedua. Putra asli Bulungan ini membangun karier politik secara bertahap, mulai dari Anggota DPRD Kabupaten Bulungan, Wakil Ketua DPRD, Ketua DPRD, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara, hingga dipercaya memimpin Kabupaten Bulungan sebagai Bupati selama dua periode berturut-turut.

Lahir di Tanjung Palas pada 5 Februari 1974, Syarwani menempuh pendidikan di kampung halamannya sebelum meraih gelar sarjana di Universitas Mulawarman dan magister di Universitas Brawijaya. Pada Pilkada 2024, ia kembali mendapat mandat masyarakat setelah berpasangan dengan Kilat dan meraih 68,06 persen suara sah, mengantarkannya melanjutkan kepemimpinan sebagai Bupati Bulungan periode 2025–2030.

Di Partai Golkar, kiprah Syarwani juga terus menguat. Ia kembali dipercaya memimpin DPD I Partai Golkar Kalimantan Utara untuk periode kedua setelah terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) III Partai Golkar Kaltara pada 2025. Terpilihnya Syarwani sebagai calon tunggal mencerminkan soliditas internal partai sekaligus kepercayaan kader terhadap kepemimpinannya.

Di bawah kepemimpinannya, Golkar Kalimantan Utara diarahkan untuk memperkuat konsolidasi organisasi, melakukan regenerasi kader, serta menyusun strategi politik guna mempertahankan peran Golkar sebagai kekuatan politik utama di provinsi termuda di Indonesia.

Edy Pratowo, Ketua DPD I Partai Golkar Kalimantan Tengah

Kepemimpinan tidak selalu lahir dari lompatan besar, tetapi sering kali dibangun melalui perjalanan panjang yang konsisten. Itulah jejak yang ditempuh Edy Pratowo, politikus yang meniti karier dari tingkat legislatif hingga dipercaya menjadi Wakil Gubernur Kalimantan Tengah. Lahir pada 9 Desember 1969, Edy mengawali kiprah politik sebagai Anggota DPRD Kabupaten Kapuas pada 1999, kemudian menjabat Ketua DPRD Pulang Pisau, Wakil Bupati, hingga dua periode memimpin Kabupaten Pulang Pisau sebagai bupati.

Berbekal pengalaman tersebut, ia dipercaya mendampingi kepemimpinan Kalimantan Tengah sebagai Wakil Gubernur sejak 2021. Perjalanan kariernya juga ditopang latar belakang pendidikan di Universitas Islam Kalimantan dan STIE Mahardhika, serta kiprah aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan.

Di Partai Golkar, Edy Pratowo merupakan salah satu kader senior yang memiliki pengalaman panjang dalam membangun organisasi. Setelah sebelumnya memimpin DPD II Partai Golkar Kabupaten Pulang Pisau, ia terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kalimantan Tengah periode 2025–2030 melalui Musyawarah Daerah (Musda) XI.

Di bawah kepemimpinannya, Golkar Kalimantan Tengah diarahkan untuk memperkuat kaderisasi, mengawal program-program strategis pemerintah, memperluas konsolidasi hingga ke daerah, serta meningkatkan perolehan kursi legislatif sebagai bagian dari upaya memperkokoh posisi Golkar sebagai kekuatan politik utama di Bumi Tambun Bungai.

Ichfany, Ketua DPD I Partai Golkar Kalimantan Barat

Tak semua pemimpin partai lahir dari panggung politik elektoral. Sebagian justru tumbuh melalui proses panjang membangun organisasi dari dalam. Itulah jejak yang mengantarkan Ichfany dipercaya memimpin DPD Partai Golkar Kalimantan Barat. Kader berlatar belakang Sarjana Teknik (ST) ini dikenal sebagai sosok yang telah lama mengabdi di internal Golkar Kalbar.

Sebelum dipercaya menjadi ketua, Ichfany mengemban amanah sebagai Bendahara DPD Partai Golkar Kalimantan Barat dan terlibat aktif dalam berbagai agenda konsolidasi serta penguatan organisasi, sehingga dinilai memiliki pengalaman dan rekam jejak yang matang untuk memimpin partai di tingkat provinsi.

Kepercayaan tersebut mengantarkan Ichfany terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kalimantan Barat dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI. Di bawah kepemimpinannya, Golkar Kalbar diarahkan untuk memperkuat soliditas internal, mempercepat konsolidasi organisasi hingga ke daerah, membangun kepengurusan yang inklusif, serta mengawal berbagai program strategis pemerintah, khususnya di sektor energi dan pembangunan daerah. Ia juga menegaskan komitmennya menjaga budaya musyawarah, memperkuat kaderisasi, dan meningkatkan peran Golkar sebagai salah satu kekuatan politik utama di Kalimantan Barat.

Hasnuryadi Sulaiman, Ketua DPD I Partai Golkar Kalimantan Selatan

Sebagian orang mewarisi nama besar, tetapi tidak semua mampu mengubahnya menjadi rekam jejak kepemimpinan. Hasnuryadi Sulaiman memilih membuktikan dirinya melalui kiprah di dunia usaha, parlemen, hingga pemerintahan sebelum akhirnya dipercaya memimpin Kalimantan Selatan sebagai Wakil Gubernur periode 2025–2030.

Lahir di Banjarmasin pada 21 Juni 1975, putra mendiang Abdussamad Sulaiman HB ini menempuh pendidikan di Deakin University, Australia, sebelum melanjutkan studi magister di Universitas Lambung Mangkurat. Selain memimpin sejumlah perusahaan di bawah Hasnur Group, Hasnuryadi dikenal sebagai pemilik PS Barito Putera, anggota Komite Eksekutif PSSI, serta pernah mengemban amanah sebagai Anggota DPR RI selama dua periode (2014–2024), khususnya di Komisi VII yang membidangi energi, riset, dan teknologi.

Di Partai Golkar, Hasnuryadi merupakan salah satu kader yang tumbuh bersama perjalanan panjang partai di Kalimantan Selatan. Setelah terpilih sebagai Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, ia kembali mendapat kepercayaan memimpin DPD Partai Golkar Kalimantan Selatan periode 2025–2030 melalui Musyawarah Daerah (Musda) XI secara aklamasi.

Di bawah kepemimpinannya, Golkar Kalsel menargetkan peningkatan perolehan kursi legislatif pada Pemilu 2029, memperkuat kaderisasi, serta memperkokoh konsolidasi organisasi agar tetap menjadi kekuatan politik utama di Banua sekaligus mengawal program-program strategis pemerintah demi kemajuan Kalimantan Selatan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *