Berita Golkar – Komisi IX DPR meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) aktif memberikan peringatan kepada masyarakat menyusul terdeteksinya influenza A(H3N2) subclade K yang kerap disebut sebagai “Super Flu” di 13 provinsi.
Wakil Ketua Komisi IX DPR Yahya Zaini mengatakan masyarakat perlu mendapat informasi yang jelas agar dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran influenza tersebut.
“Kemenkes harus memberikan peringatan kepada masyarakat dan mengimbau masyarakat waspada terhadap merebaknya super flu di provinsi,” kata Yahya dalam keterangan persnya, Kamis (24/9/ 2026), dikutip dari RRI.
Selain memberikan peringatan, Yahya meminta Kemenkes bersama pemerintah daerah (pemda) memastikan kesiapan fasilitas kesehatan untuk menangani masyarakat yang terpapar influenza.
Menurutnya, rumah sakit dan puskesmas perlu didukung tenaga medis, tenaga kesehatan, serta ketersediaan obat-obatan yang memadai.
“Meminta Kemenkes dan pemda untuk menyiapkan rumah sakit dan puskesmas serta tenaga medis dan tenaga kesehatan serta obat-obatan untuk melayani dengan baik masyarakat yang terkena super flu,” ujarnya.
Yahya juga meminta fasilitas kesehatan meningkatkan kesiapsiagaan. Agar tidak ada masyarakat yang terlambat mendapatkan pelayanan.
“Jangan sampai ada masyarakat yang tidak mendapatkan pelayanan atau terlambat dilayani. Rumah sakit dan puskesmas harus siaga 24 jam untuk melayani masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, perhatian khusus perlu diberikan kepada kelompok rentan. Terutama anak-anak dan lanjut usia (lansia).
Pemerintah juga diminta melakukan langkah mitigasi di daerah yang hingga kini belum terdeteksi kasus subclade K.
“Anak-anak dan lansia yang paling rentan terhadap super flu harus mendapat perhatian khusus untuk dilindungi,” kata Yahya.
Sebelumnya, Kemenkes melalui Laporan Pengawasan Kasus Influenza dan COVID-19 per 19 September 2026 atau Minggu ke-37 melaporkan perkembangan kasus influenza di Indonesia. Data tersebut dikumpulkan melalui pemeriksaan di 13 B/BLKM, sembilan rumah sakit, dan Laboratorium Biologi Kesehatan.
Kemenkes mengingatkan data dalam beberapa minggu terakhir masih bersifat sementara. Sehingga dapat berubah.
Pada Minggu ke-36, dari 185 spesimen yang diperiksa, sebanyak 86 spesimen dinyatakan positif influenza. Rinciannya, 76 spesimen merupakan influenza A(H1N1pdm09), delapan influenza A(H3N2), dan dua influenza B(Victoria).
Sementara itu, influenza A(H3N2) subclade K telah terdeteksi di 13 provinsi. Berdasarkan data kumulatif sejak Januari 2026, kasus subclade K terbanyak ditemukan di Jawa Timur dan Kalimantan Selatan, masing-masing sebanyak 18 kasus atau sekitar 24 persen dari total kasus yang tercatat.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman menegaskan istilah yang digunakan pemerintah adalah influenza tipe A(H3N2) subclade K.
“Yang digunakan istilahnya influenza tipe A(H3N2) subclade K. Data tersebut merupakan data kumulatif dari Januari 2026,” kata Aji, Selasa (22/9/2026). []



