Berita Golkar – Pemerintah Kota Cirebon, Jawa Barat, mengajak perusahaan berperan dalam peningkatan keterampilan tenaga kerja agar masyarakat memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri dan peluang kerja.
Wali Kota Cirebon Effendi Edo, di Cirebon, Jumat, mengatakan keterlibatan dunia usaha dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) diperlukan untuk menyiapkan tenaga kerja yang terampil dan profesional.
“Perusahaan tidak hanya bergerak di bidang usaha, tetapi juga berinovasi dalam pengembangan SDM,” katanya, dikutip dari jabar.antaranews.
Menurut dia, kolaborasi pemerintah dan dunia usaha dapat membantu masyarakat memperoleh keterampilan yang dibutuhkan untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
Salah satunya adalah program pelatihan konstruksi gratis yang diselenggarakan Lemkra Training Center Cirebon 2026.
Ia menilai tenaga kerja tidak cukup hanya menguasai kemampuan teknis, melainkan perlu memiliki ketelitian, kedisiplinan, dan sikap profesional untuk menghasilkan pekerjaan berkualitas.
“Pelatihan yang diselenggarakan perusahaan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, termasuk warga Kota Cirebon yang ingin meningkatkan keterampilan sebagai bekal mencari pekerjaan atau membuka usaha,” katanya.
Pihaknya mendata program tersebut diikuti 32 peserta, termasuk sembilan orang dari Universitas Cirebon, serta kontraktor dan staf perusahaan dari sejumlah daerah.
Salah satu materi yang diberikan, kata dia, berupa waterproofing atau pekerjaan kedap air, yang membutuhkan pemahaman teknis dan ketepatan metode untuk melindungi bangunan dari kebocoran.
Sementara itu, Direktur Utama PT Guna Bangun Jaya Gunawan Cahyadi mengatakan pelatihan bagi kontraktor dan tenaga kerja telah menjadi bagian dari kegiatan Lemkra sejak awal perusahaan berdiri dan kini dilaksanakan secara rutin setiap bulan.
Ia menjelaskan pelatihan berlangsung selama tiga hari setiap bulan dan terbuka secara gratis bagi masyarakat yang ingin meningkatkan kompetensi di bidang konstruksi.
Gunawan mengatakan peserta juga mempelajari pentingnya perencanaan sebelum pekerjaan dimulai, agar setiap tahapan dapat dilakukan dengan benar dan menghasilkan pekerjaan berkualitas.
Ia berharap pelatihan tersebut dapat dimanfaatkan lebih luas oleh masyarakat, sebagai bekal untuk bekerja maupun mengembangkan jasa konstruksi secara mandiri.
“Pelatihan bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga membangun karakter. Kami ingin menanamkan pentingnya kebenaran, kejujuran, dan ketulusan dalam bekerja,” ujar dia. []



