Umar Lessy: Gaya Lugas dan Merakyat Bahlil Lahadalia Jadi Magnet Golkar di Kalangan Pemilih Muda

Berita Golkar – Elektabilitas Partai Golkar yang mencapai 10,4 persen dalam survei Poltracking Indonesia periode Agustus 2026 dinilai menunjukkan adanya kombinasi antara pola komunikasi kepemimpinan partai dan konsolidasi struktur organisasi.

Ketua DPD I Partai Golkar Maluku, Umar Lessy menilai gaya kepemimpinan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia yang lugas, fleksibel, dan dekat dengan masyarakat menjadi salah satu pendekatan yang relevan untuk menjangkau kelompok pemilih muda.

Menurut Umar, komunikasi politik yang tidak terlalu formal dibutuhkan di tengah perubahan karakter pemilih, terutama dengan semakin besarnya proporsi Generasi Z dan Milenial dalam komposisi pemilih nasional.

“Gaya Pak Ketum Bahlil yang lugas, fleksibel, dan merakyat ini sangat efektif mencairkan kesan formalis yang selama ini melekat pada birokrasi politik,” ujar Umar, Sabtu (26/9/2026).

Komunikasi Politik dan Konsolidasi Organisasi

Meski demikian, Umar menegaskan capaian elektoral Golkar tidak semata-mata bertumpu pada figur ketua umum. Menurutnya, kekuatan partai juga ditopang struktur organisasi yang bekerja dari tingkat pusat hingga daerah.

“Kekuatan utama Golkar ada pada struktur organisasi yang mengakar solid dari pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga tingkat desa dan kelurahan,” jelasnya, dikutip dari .

Ia menyebut perpaduan antara kepemimpinan partai dan konsolidasi struktur menjadi bagian penting dalam menjaga komunikasi Golkar dengan basis pemilih yang beragam.

“Ketika pendekatan kepemimpinan Pak Bahlil yang populis dipadukan dengan konsolidasi mesin partai dan jaringan caleg di daerah, kita tidak hanya berhasil menjangkau pemilih muda, tetapi juga mempertahankan basis pemilih tradisional,” katanya.

Umar mengatakan pola komunikasi politik yang lebih cair tetap perlu berjalan beriringan dengan penguatan organisasi. Dengan demikian, partai tidak hanya mengandalkan popularitas figur, tetapi juga memiliki jaringan yang mampu menjaga komunikasi hingga tingkat akar rumput.

Golkar 10,4 Persen, Berada di Posisi Ketiga

Dalam survei nasional terbarunya, Poltracking Indonesia mencatat elektabilitas Partai Golkar sebesar 10,4 persen melalui simulasi surat suara 18 partai politik.

Angka tersebut menempatkan Golkar di posisi ketiga dalam hasil survei, setelah Partai Gerindra dengan 23,2 persen dan PDI Perjuangan sebesar 11,6 persen.

Baca Juga  7 Zodiak yang Selalu Suka Tampil di Muka Umum dan Menjadi Pusat Perhatian

Survei Poltracking dilaksanakan pada 14–20 Agustus 2026 melalui wawancara tatap muka terhadap 1.200 responden yang tersebar di 38 provinsi.

Poltracking menggunakan metode multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar ±2,9 persen.

Dalam sejumlah periode pengukuran sebelumnya, elektabilitas Golkar tercatat sebesar 9,5 persen pada Oktober 2025, 9,0 persen pada Maret 2026, 9,2 persen pada Mei 2026, dan 11,4 persen pada Juli 2026. Pada Agustus 2026, angkanya berada di 10,4 persen.

Peneliti Poltracking Indonesia, Yoki Alvetro, mengatakan hasil tersebut merupakan gambaran kondisi elektoral berdasarkan survei yang dilakukan pada Agustus 2026.

Ia juga menyebut persepsi publik terhadap partai politik dapat berubah mengikuti perkembangan isu dan langkah strategis yang dilakukan masing-masing partai.

Bagi Umar, hasil survei tersebut menjadi salah satu indikator bahwa komunikasi politik dan konsolidasi organisasi perlu terus dilakukan secara bersamaan.

Ia mengatakan Partai Golkar akan terus memperkuat struktur organisasi sekaligus mengembangkan pola komunikasi yang lebih inklusif untuk merespons perubahan karakter pemilih dan dinamika agenda politik mendatang.

“Kita ingin memastikan organisasi tetap solid, tetapi pada saat yang sama komunikasi politik juga harus terus menyesuaikan dengan perubahan karakter pemilih,” pungkasnya. []