Wagub NTB Indah Dhamayanti Pastikan Korban Pembakaran Santri Dirawat Gratis hingga Pulih

Berita Golkar – Kasus pembakaran santri di Ponpes Rosyidatusshaulatiyyah Al Ibrahimy, Lombok Tengah (Loteng) pada 13 Desember 2025, dipastikan menjadi atensi serius Pemprov NTB.

Tak tanggung-tanggung, semua biaya perawatan para santri yang masih dirawat di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB, bakal ditanggung seluruhnya oleh pemprov setempat.

“Tiga dari dua korban yang saat ini dirawat di RSUP NTB sesuai arahan Pak Gubernur, maka mereka mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik dengan tanpa dipungut biaya apapun,” tegas Wakil Gubernur Indah Dhamayanti Putri saat menjenguk korban di RSUP NTB, Kamis (16/7/2026), dikutip dari PosBali.

Diketahui, insiden tersebut mengakibatkan ADR (14) dan SAH (12) mengalami luka bakar serius. Sementara itu, MYS (14) mengalami luka ringan, sedangkan MSS (13) meninggal dunia pada 19 Februari 2026 setelah menjalani perawatan intensif.

Menurut Wagub Indah Dhamayanti, pemprov NTB akan memastikan seluruh proses rehabilitasi berjalan secara optimal hingga para korban benar-benar pulih.

“Kami ingin memastikan tidak ada korban yang terabaikan. Setelah asesmen di Universitas Mataram selesai, korban yang masih membutuhkan perawatan lanjutan akan dirawat di Rumah Sakit Provinsi sesuai prosedur. Pemerintah akan terus mendampingi hingga proses pemulihannya berjalan dengan baik,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa, pemerintah berkomitmen memberikan perlindungan dan pendampingan secara maksimal dan menyeluruh kepada para korban, baik dari sisi kesehatan fisik maupun pemulihan psikologis.

“Tahapan perlindungan dan pendampingan ini, agar mereka dapat kembali beraktivitas dan melanjutkan pendidikan seperti sedia kala,” kata Wagub lantang.

Bendahara DPD Partai Golkar ini, menyayangkan peristiwa ini terjadi. Pihaknya, tidak menghendaki, tidak ada lagi insiden seperti ini terjadi khususnya di lembaga pendidikan yang ada di NTB.

“Kami menyesali ini terjadi dan ini terjadi di lembaga pendidikan, kita berharap ini yang terakhir dan tidak akan terulang. Ini tanggung jawab kita semua tidak hanya regulasi tetapi penanganan pasca kejadian juga,” tandas Wagub Indah. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *