293 Ribu UMKM Jadi Kekuatan Kaltim, Gubernur Rudy Mas’ud Bidik Lompatan Ekonomi Kerakyatan

Berita GolkarGubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud mendorong penguatan ekonomi kerakyatan dengan berkomitmen menjadikan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai salah satu mesin utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Rudy Mas’ud di Samarinda, Jumat, menegaskan bahwa UMKM tidak boleh sekadar menjadi sektor penyangga, melainkan harus didorong untuk naik kelas melalui kebijakan yang konkret, inovatif, kemudahan perizinan, akses modal, hingga perluasan pasar.

Untuk itu, Rudy menginstruksikan jajarannya segera melakukan pemetaan UMKM secara lebih terarah, agar setiap wilayah memiliki strategi pengembangan yang tepat sasaran sesuai karakteristik ekonomi masing-masing.

“Para kepala dinas terkait tolong ciptakan inovasi-inovasi agar UMKM kita naik kelas dan bisa terus bertumbuh,” kata Rudy, dikutip dari AntaraNews.

Hingga akhir tahun 2025, data dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DPPKUKM) Kaltim menunjukkan jumlah UMKM mencapai 293.525 unit, yang didominasi oleh pelaku usaha mikro sebanyak 291.947 unit.

Untuk mendukung target naik kelas tersebut, Pemprov Kaltim menggenjot program pemberdayaan UMKM dengan target menyasar 1.050 pelaku usaha sepanjang 2025-2026, termasuk memfasilitasi sertifikasi ekspor bagi 100 UKM potensial daerah.

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi harus dirasakan hingga lapisan masyarakat paling bawah.

Oleh karena itu, kebijakan pemerintah daerah tidak boleh hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi makro, tetapi juga wajib memastikan masyarakat kecil memiliki ruang berkembang.

Ia menilai ekonomi kerakyatan dapat diperkuat secara signifikan melalui pengembangan industri rumahan atau home industry serta UMKM yang berbasis pada potensi lokal.

Kaltim, lanjut Rudy , memiliki modal besar pada sektor perikanan, perkebunan, peternakan, dan pertanian yang menyimpan peluang usaha luas, namun sayangnya belum digarap secara optimal.

“Harus ada dukungan yang serius dan terukur, mulai dari kemudahan perizinan, akses permodalan, pemasaran, sampai bantuan kemitraan,” ujar dia.

Gubernur menambahkan potensi UMKM di sejumlah wilayah seperti Berau, Samarinda, Balikpapan, Kutai Kartanegara, hingga Kutai Timur sangat besar.

Luas wilayah dan kekayaan sumber daya tersebut harus ditransformasikan menjadi peluang ekonomi riil bagi masyarakat. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *