Andri Santosa Soroti Laba Pasar Jaya yang Dinilai Belum Sebanding dengan Aset

Berita GolkarSekretaris Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Andri Santosa, menyoroti kinerja Perumda Pasar Jaya yang dinilai belum sebanding dengan besarnya aset dan jumlah pasar yang dikelola. Ia mempertanyakan rendahnya laba perusahaan di tengah pengelolaan ratusan pasar di Jakarta.

Hal itu disampaikan Andri dalam rapat pembahasan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Perubahan 2026 bersama jajaran BUMD di Komisi B DPRD DKI Jakarta, beberapa waktu lalu.

Andri mengatakan, berdasarkan paparan yang diterimanya, Pasar Jaya memiliki total aset sekitar Rp3,58 triliun. Namun, laba perusahaan justru mengalami penurunan.

“Yang saya pertanyakan ada penurunan. Audited 2025 sudah sekitar Rp27 miliar, sekarang 2026 turun menjadi Rp24 miliar,” kata Andri, dikutip dari Akurat.

Ia kemudian meminta penjelasan mengenai jumlah pasar yang saat ini dikelola Pasar Jaya. Menurutnya, apabila jumlahnya mencapai sekitar 156 pasar, maka laba yang dihasilkan dinilai masih belum optimal.

“Kalau Pasar Jaya mengelola sekitar 156 pasar, coba dibreakdown. Kira-kira satu pasar menyumbang berapa per tahun. Ini juga harus menjadi catatan,” ujarnya.

Andri bahkan menilai pendapatan dari sektor parkir berpotensi lebih besar dibandingkan laba yang disetorkan perusahaan apabila melihat besarnya aset dan cakupan usaha Pasar Jaya.

“Kalau benar mengelola sekitar 150 pasar, saya rasa kalau benar-benar diaudit, mungkin pendapatan parkir saja masih lebih besar. Ini perlu menjadi perhatian,” tuturnya.

Menurut Andri, pengelolaan BUMD harus dapat dipertanggungjawabkan karena menggunakan modal yang berasal dari keuangan daerah.

“Kita harus ingat, yang kita putar adalah uang rakyat, bukan uang pengusaha atau individu. Jadi semuanya harus bisa dipertanggungjawabkan dengan baik dan benar,” tegasnya. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *