Wabup Tangerang Intan Nurul Perluas TPS3R Berbasis Desa untuk Kurangi Sampah di TPA Jatiwaringin

Berita Golkar – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Provinsi Banten memperluas penerapan sistem Tempat Pembuangan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di tingkat desa untuk mengurangi volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk.

Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah di Tangerang, Kamis (6/8/2026), mengatakan dengan perluasan teknologi TPS3R ini dapat menerapkan sistem pengolahan sampah organik menggunakan mesin pencacah berskala kecil hingga menengah.

“Harapannya nanti sampah dapat diolah di sini sehingga tidak lagi seluruhnya dibawa dan menumpuk di TPA Jatiwaringin,” katanya, dikutip dari Antaranews.

Saat ini, pemerintah daerah telah memiliki belasan TPS3R dengan target di seluruh kecamatan memiliki fasilitas teknologi pengelolaan sampah tersebut.

Pemkab Tangerang telah menyiapkan lahan yang menjadi lokasi pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle di Desa Pematang dan Desa Pasir Nangka, Kecamatan Tigaraksa.

Pihaknya sedang berdiskusi dengan jajaran perangkat daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan unsur TNI mengenai kesiapan sarana prasarana agar pembangunan TPS3R segera direalisasikan.

Pemerintah Kabupaten Tangerang akan terus mendorong dan memperkuat sistem pengelolaan sampah melalui pemanfaatan teknologi.

Saat ini, Kabupaten Tangerang telah memiliki dua mesin pengolah sampah Motah yang beroperasi di TPS Cilingok, Kecamatan Pasar Kemis.

“Ke depan, pemerintah daerah juga mendapat dukungan tambahan dari Kementerian Pertahanan melalui Dandim 0510/Tigaraksa untuk mendukung pengembangan fasilitas pengolahan sampah di wilayah Tigaraksa,” ujarnya.

Selain dukungan peralatan, pihaknya juga akan mengalokasikan anggaran pada APBD perubahan untuk memperbaiki hanggar dan melengkapi fasilitas penunjang agar operasional TPS3R optimal.

“Pada perubahan anggaran nanti kita juga siapkan untuk renovasi hanggar. Fasilitasnya akan kita rapikan supaya masyarakat di sekitar sini lebih nyaman dan kegiatan pengolahan sampah bisa berjalan dengan baik,”  katanya.

Wabup Intan juga mengungkapkan keberhasilan pengelolaan sampah berkelanjutan tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga harus didukung dengan meningkatnya kepedulian masyarakat dan pengembangan inovasi, salah satunya ecoenzym yang kini telah digunakan oleh PT Charoen Pokphand Indonesia sebagai bagian dari pengelolaan lingkungan.

“Ecoenzym dari Kabupaten Tangerang sudah digunakan oleh Charoen Pokphand. Artinya kualitasnya tidak perlu diragukan lagi. Ini menjadi motivasi bagi kita untuk terus mengembangkan inovasi dalam pengelolaan sampah dan limbah organik agar semakin bermanfaat bagi masyarakat maupun dunia usaha,” kata dia. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *