Gubernur Lemhannas Ace Hasan Dorong Kampus Lahirkan Generasi “Tahan Banting” di Tengah Gejolak Dunia

Berita GolkarDi tengah perubahan geopolitik yang semakin kompleks dan cepat, generasi muda perlu memiliki kemampuan membaca perubahan, menguasai teknologi, sekaligus mempertahankan karakter dan identitas kebangsaan. Perguruan tinggi dinilai memiliki peran strategis untuk membentuk generasi yang mampu menghadapi tantangan tersebut.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Republik Indonesia, Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si., saat memberikan Kuliah Umum Kebangsaan bertema “Menjadi Negara Berdaulat di Tengah Kompleksitas Geopolitik Global” di UIN Alauddin Makassar, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Senat, Lantai 4 Gedung Rektorat Kampus II UIN Alauddin Makassar tersebut dihadiri Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Hamdan Juhannis, para wakil rektor, dekan dan wakil dekan, anggota senat, ketua dewan guru besar, ketua lembaga, dosen, serta mahasiswa.

Dalam pemaparannya, Ace Hasan mengatakan lanskap geopolitik global saat ini tidak lagi sesederhana pertarungan Blok Barat dan Blok Timur. Pengaruh suatu negara juga semakin ditentukan oleh kemampuan menguasai teknologi.

“Kekuatan pengaruh dunia saat ini bukan hanya ditentukan oleh seberapa besar kekuatan senjata, bukan hanya ditentukan oleh kekuatan ekonomi, tetapi kemampuan penguasaan terhadap teknologi,” jelasnya, dikutip dari UIN-Alauddin.

Menurutnya, perkembangan teknologi telah menjadikan ruang digital sebagai salah satu arena pertarungan geopolitik. Karena itu, mahasiswa perlu memiliki kemampuan kritis dalam menyaring informasi, termasuk dalam memeriksa kesahihan informasi dan rujukan yang dihasilkan kecerdasan buatan (AI).

“Apakah otentisitas, kesahihan rujukan dari AI itu betul atau tidak? Nah, di sinilah fungsi dari perguruan tinggi agama Islam, termasuk UIN,” katanya.

Ace Hasan juga mengingatkan agar keterhubungan Indonesia dengan dunia global tidak membuat bangsa kehilangan identitas nasional. Menurutnya, nasionalisme tetap menjadi modal penting dalam membangun ketahanan bangsa.

“Kita sudah menjadi bagian dari warga dunia. Tidak boleh kehilangan jati diri kita sebagai bangsa Indonesia,” tegasnya.

Ia menjelaskan, kekuatan nasional tidak hanya bertumpu pada aspek militer, tetapi juga mencakup ideologi, politik, sosial budaya, ekonomi, dan pertahanan. Indonesia, lanjutnya, memiliki modal strategis berupa bonus demografi, posisi geografis, serta sumber daya alam yang perlu dikelola secara optimal.

“Bangsa yang hebat adalah bangsa yang tahu bagaimana beradaptasi dan bertransformasi dalam menghadapi setiap gejolak,” tuturnya.

Dalam konteks pendidikan tinggi, Ace Hasan mendorong UIN Alauddin memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha, media, masyarakat, dan pemerintah. Perguruan tinggi, menurutnya, tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang menguasai teori, tetapi harus membentuk pemimpin masa depan yang mampu berpikir sistemik, berpandangan jauh ke depan, adaptif, dan memiliki keberanian moral.

“Saya ingin mengajak terutama dosen, ayo kita ajarkan mahasiswa kita untuk berpikir sistemik, berpandangan jauh ke depan. Jangan jumud, harus mampu beradaptasi dengan perubahan, dan jangan lupa rasa empati. Harus terus punya keberanian moral,” ujarnya.

Ia juga mendorong perguruan tinggi untuk mencetak lulusan yang mampu menciptakan lapangan kerja, bukan hanya mencari pekerjaan.

“Jangan mencetak job seeker, tapi harus mencetak job creator,” tegasnya.

Sebelumnya, Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Hamdan Juhannis, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur Lemhannas beserta jajaran. Ia menilai kuliah umum tersebut menjadi kesempatan penting bagi sivitas akademika untuk memperluas wawasan mengenai kedaulatan dan dinamika geopolitik global.

Prof. Hamdan juga menyoroti semakin luasnya kiprah alumni perguruan tinggi Islam di berbagai sektor kehidupan. Menurutnya, perjalanan Ace Hasan menjadi salah satu gambaran bahwa alumni UIN memiliki ruang yang luas untuk berkontribusi bagi bangsa.

Kuliah umum tersebut diharapkan memperkuat wawasan kebangsaan sivitas akademika UIN Alauddin sekaligus mendorong mahasiswa menjadi generasi yang adaptif, berkarakter, dan memiliki wawasan geopolitik dalam menghadapi perubahan global menuju Indonesia Emas 2045. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *