Airlangga Hartarto Bongkar Kekuatan Ekonomi RI: Konsumsi, Kredit, Listrik hingga Otomotif Masih Tumbuh

Berita GolkarPerekonomian Indonesia dinilai masih menunjukkan sejumlah indikator positif di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Konsumsi masyarakat dan penyaluran kredit menjadi salah satu penopang aktivitas ekonomi nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kondisi konsumsi masyarakat masih terjaga. Hal itu tecermin dari indeks keyakinan konsumen yang berada di level 116,8.

“Kemudian kalau kita lihat dari segi konsumen, konsumen juga masih positif. Indeks Keyakinan Konsumen 116,8,” kata Airlangga dalam konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 di Kantor Ditjen Pajak, Jakarta Selatan pada Jumat (14/8/2026), dikutip dari Kompas.

Selain konsumsi, sektor keuangan juga menunjukkan pertumbuhan positif. Dana pihak ketiga (DPK) perbankan tumbuh 10,21 persen secara tahunan, sedangkan kredit tumbuh 12,67 persen secara tahunan.

Pertumbuhan kredit terutama didorong oleh kredit investasi yang mencapai sekitar 24,9 persen atau hampir 25 persen secara tahunan. Menurut Airlangga, sejumlah indikator tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi domestik masih memiliki momentum pertumbuhan.

Di sisi sektor riil, aktivitas ekonomi juga tecermin dari peningkatan konsumsi listrik yang tumbuh 10,8 persen dan penjualan semen yang meningkat 13,5 persen secara tahunan. Sektor otomotif turut mencatat pertumbuhan sebesar 33,3 persen secara tahunan.

Khusus kendaraan listrik dan hybrid, pertumbuhannya bahkan mencapai lebih dari 40 persen. Airlangga mengatakan pemerintah terus menjaga daya beli masyarakat melalui berbagai stimulus. Pada kuartal I, stimulus yang diberikan mencapai sekitar Rp70 triliun, sedangkan pada kuartal II mencapai Rp26,34 triliun.

Stimulus tersebut antara lain berupa insentif pajak, dukungan transportasi, pembebasan biaya masuk elpiji, program magang dan vokasi, serta bantuan pangan.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027 mencapai sekitar 6 persen. Pemerintah juga menyiapkan sejumlah mesin pertumbuhan baru, mulai dari sektor digital, semikonduktor, dan kecerdasan buatan hingga revitalisasi sektor pertanian dan energi. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *