Dari Bali, Pamor Wicaksono Hubungi Massa Aksi Karangsembung: Sampaikan Aspirasi dengan Tertib

Berita GolkarAnggota DPRD Kabupaten Brebes dari Fraksi Partai Golkar, Pamor Wicaksono, mengambil peran dalam menjaga kondusivitas aksi damai ratusan warga Desa Karangsembung, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, Kamis (20/8/2026).

Aksi yang digelar Forum Peduli Desa Karangsembung tersebut berlangsung di Kantor Balai Desa Karangsembung. Massa menyampaikan sejumlah aspirasi terkait pemerintahan dan pembangunan desa, mulai dari transparansi penggunaan dana desa, pemerataan pembangunan, hingga meminta penjelasan mengenai dugaan jual beli jabatan dan aktivitas judi sabung ayam.

Di tengah berlangsungnya aksi, Pamor Wicaksono yang sedang berada di Bali menghubungi massa melalui sambungan telepon. Dalam percakapan tersebut, Pamor menyampaikan apresiasi terhadap warga yang menggunakan ruang demokrasi untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mengimbau agar aksi tetap berjalan tertib dan tidak diwarnai tindakan anarkis.

Pamor menekankan pentingnya menjaga suasana tetap kondusif dalam menyampaikan setiap tuntutan. Menurutnya, aspirasi masyarakat harus dapat disampaikan secara terbuka, tetapi tetap mengedepankan ketertiban dan keamanan bersama.

Ia juga berharap situasi di Desa Karangsembung tetap aman dan kondusif, terlebih momentum tersebut masih berada dalam suasana peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sikap Pamor tersebut menunjukkan perhatian terhadap dinamika yang berkembang di tengah masyarakat Karangsembung. Sebagai anggota DPRD Kabupaten Brebes dari Fraksi Golkar, ia mendorong agar persoalan yang menjadi aspirasi warga dapat diselesaikan melalui komunikasi dan mekanisme yang sesuai.

Aksi Forum Peduli Desa Karangsembung sendiri dimulai sekitar pukul 09.30 WIB. Massa mendatangi balai desa dengan menggunakan satu mobil yang dilengkapi pengeras suara. Koordinator aksi, Ibnu Uzer, menyampaikan sejumlah tuntutan yang disebut sebagai aspirasi bersama warga untuk mendorong perbaikan dan kemajuan desa.

“Aksi yang kami lakukan adalah perjuangan bersama, tidak ada embel-embel apa pun,” kata Ibnu kepada awak media seusai audiensi.

Setelah menyampaikan orasi, sejumlah perwakilan massa kemudian mengikuti audiensi bersama Kepala Desa Karangsembung Eko Budi Santoso, unsur Forkopimcam Songgom, serta perwakilan Dinpermades.

Dalam audiensi tersebut, berbagai persoalan yang disampaikan warga dibahas secara langsung. Salah satunya terkait aktivitas judi sabung ayam yang menjadi salah satu tuntutan massa.

Kepala Desa Karangsembung Eko Budi Santoso menyatakan akan menindaklanjuti persoalan tersebut dengan berkoordinasi bersama aparat penegak hukum dan tokoh agama.

“Terkait dengan perjudian sabung ayam, saya berjanji akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan pemuka agama agar ditiadakan,” ujar Eko.

Sementara terkait pembangunan desa, Eko menjelaskan bahwa program pembangunan telah tercatat dalam Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) dan mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes). Program tersebut, kata dia, dibahas melalui mekanisme Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

“Terkait pembangunan sebenarnya itu sudah ada di sistem Siskeudes dan datanya diambil dari RPJMDes, dan dimusyawarahkan melalui APBDes,” kata Eko.

Penyampaian aspirasi warga akhirnya berlangsung tanpa kericuhan. Aksi Forum Peduli Desa Karangsembung ditutup dengan saling bersalaman antara massa aksi dan Kepala Desa Karangsembung, disaksikan unsur Forkopimcam.

Bagi Pamor Wicaksono, penyampaian aspirasi secara damai menjadi bagian penting dari proses demokrasi di tingkat desa. Ia mendorong agar setiap persoalan yang disampaikan masyarakat dapat ditindaklanjuti melalui komunikasi dan mekanisme yang berlaku, sehingga kepentingan warga tetap dapat diperjuangkan tanpa mengorbankan kondusivitas daerah.