Berita Golkar – Presiden Prabowo Subianto melantik jajaran Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (02/10). Di antara tokoh yang mendapat penugasan tersebut, terdapat dua politisi senior Partai Golkar, yakni Bambang Soesatyo atau Bamsoet dan Mohammad Hatta, yang memiliki rekam jejak panjang dalam perjalanan politik, parlemen, dan organisasi partai.
Kehadiran keduanya dalam jajaran Wantimpres mempertemukan pengalaman dari dua generasi perjalanan politik Golkar. Bamsoet dikenal melalui kiprahnya di dunia jurnalistik, organisasi, hingga pernah memimpin DPR RI dan MPR RI. Kini ia juga memegang tampuk jabatan sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar.
Sementara Mohammad Hatta memiliki pengalaman panjang sejak era Sekretariat Bersama Golkar, memimpin Fraksi Golkar di DPR, hingga menjalankan tugas diplomatik sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Thailand. Di Partai Golkar, saat ini Mohammad Hatta menjabat sebagai Ketua Dewan Etik DPP Partai Golkar.
Bamsoet, dari Jurnalis hingga Pimpinan Lembaga Negara
Bambang Soesatyo lahir di Jakarta pada 10 September 1962. Sebelum memasuki panggung politik nasional, Bamsoet menempuh pendidikan di bidang ekonomi dan bisnis, antara lain di Akademi Accounting Jayabaya, Sekolah Tinggi Ekonomi Indonesia, serta program MBA IM Newport Indonesia. Perjalanan akademiknya kemudian berlanjut ke bidang hukum hingga meraih gelar doktor Ilmu Hukum dari Universitas Padjadjaran pada 2023.
Karier profesional Bamsoet bermula dari dunia jurnalistik. Ia tercatat pernah menjadi wartawan Harian Umum Prioritas pada 1985, berkiprah di Majalah Vista, kemudian menjabat Pemimpin Redaksi Majalah Info Bisnis pada 1991.
Pengalamannya di dunia pers berlanjut hingga dipercaya menjadi Pemimpin Redaksi Harian Umum Suara Karya pada 2004. Di luar jurnalistik, ia juga merambah dunia usaha dan aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan serta profesi.
Keterlibatan Bamsoet di Partai Golkar berlangsung sejak dekade 1990-an melalui sejumlah posisi organisasi, mulai dari bidang dakwah, pemenangan pemilu, informasi dan komunikasi, hingga Bendahara Umum. Perjalanan politiknya kemudian berlanjut ke DPR RI. Ia pernah bertugas di Komisi III dan Badan Anggaran, sebelum dipercaya memimpin Komisi III DPR RI yang membidangi hukum, HAM, dan keamanan.
Karier Bamsoet mencapai salah satu puncaknya ketika ia terpilih menjadi Ketua DPR RI pada Januari 2018 dan menjabat hingga September 2019. Pada tahun yang sama, ia melanjutkan pengabdian di lembaga permusyawaratan negara setelah terpilih sebagai Ketua MPR RI periode 2019–2024. Pengalaman memimpin dua lembaga tinggi negara tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan politiknya di tingkat nasional.
Selain aktif dalam politik dan kelembagaan, Bamsoet juga memperkuat latar belakang akademiknya melalui pendidikan doktoral Ilmu Hukum yang diselesaikan pada 2023. Dalam perkembangan politik terbaru, ia tercatat sebagai anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar periode 2024–2029 serta menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar. Penugasannya sebagai anggota Wantimpres pada 2026 menjadi babak terbaru perjalanan panjangnya dari dunia pers, usaha, organisasi, hingga parlemen nasional.
Mohammad Hatta, Kader Senior Golkar dengan Pengalaman Legislatif dan Diplomasi
Mohammad Hatta merupakan salah satu kader senior Partai Golkar yang telah terlibat dalam perjalanan organisasi sejak era Sekretariat Bersama (Sekber) Golkar pada 1967. Kiprahnya dalam partai berlangsung selama puluhan tahun dan membawanya memasuki dunia legislatif serta berbagai posisi strategis dalam struktur politik Golkar. Pengalaman panjang tersebut menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya dalam dinamika politik nasional.
Di parlemen, Mohammad Hatta tercatat menjadi anggota DPR/MPR RI pada periode 1997–2002. Pengalaman tersebut kemudian berlanjut ketika ia dipercaya memimpin Fraksi Partai Golkar di DPR RI pada periode 2003–2005.
Dalam posisi tersebut, Hatta menjalankan peran kepemimpinan fraksi pada masa konsolidasi politik Indonesia setelah reformasi, dengan mengedepankan ketegasan dan etika dalam menjalankan tugas politik.
Selain kiprah di parlemen dan kepartaian, Mohammad Hatta juga memperoleh penugasan dalam bidang diplomasi. Ia dipercaya menjadi Duta Besar Republik Indonesia untuk Thailand, mulai 8 April 2008 hingga 2011. Penugasan tersebut memperluas pengalaman pengabdiannya dari politik domestik menuju hubungan diplomatik Indonesia dengan negara sahabat.
Pengalaman Mohammad Hatta selama puluhan tahun di dunia politik dan pemerintahan membuatnya bersentuhan dengan berbagai dinamika nasional, baik melalui parlemen maupun organisasi politik.
Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Etik DPP Partai Golkar, posisi yang berkaitan dengan penjagaan etika dan kehidupan organisasi partai. Dalam sejumlah kesempatan, Hatta turut menekankan pentingnya proses panjang, kompetensi, dan integritas dalam menjalankan pengabdian kepada negara.
Pelantikan Mohammad Hatta sebagai anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menandai kelanjutan perjalanan pengabdiannya di tingkat nasional.
Dengan pengalaman sebagai kader senior Golkar, mantan pimpinan fraksi, anggota legislatif, dan diplomat, Hatta kini mendapat penugasan dalam lembaga yang memberikan pertimbangan kepada Presiden. Penugasan tersebut sekaligus mempertemukan pengalaman kepartaian, legislasi, dan diplomasi dalam jajaran Wantimpres.
Masuknya Bamsoet dan Mohammad Hatta dalam jajaran Wantimpres memperlihatkan keterlibatan dua politisi senior Golkar dengan latar pengalaman yang berbeda. Bamsoet membawa rekam jejak dari dunia jurnalistik, organisasi, dan kepemimpinan parlemen, sementara Mohammad Hatta memiliki pengalaman panjang dalam kepartaian, legislatif, etika organisasi, dan diplomasi. Keduanya kini mengemban penugasan dalam lembaga pertimbangan Presiden di tengah perjalanan politik dan pemerintahan Indonesia.



