El Nino Ancam Fasilitas Energi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Pastikan Pemerintah Sudah Siapkan Mitigasi

Berita GolkarMenteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah telah melakukan mitigasi terhadap dampak fenomena El Nino di sektor energi.

Sejuah fasilitas energi di wilayah timur Indonesia sempat menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan akibat kondisi kering berkepanjangan.

“Kita tahu bahwa El Nino ini berdampak tidak hanya pada sektor pertanian, tapi hampir semua sektor termasuk energi. Kemarin kita di beberapa fasilitas kilang kita yang ada di wilayah Timur itu alhamdulillah bisa diatasi,” kata Bahlil saat ditemui wartawan, Jumat (11/9/2026), dikutip dari WartaEKonomi.

Bahlil mencontohkan kebakaran hutan gambut yang hampir mendekati pusat tangki di fasilitas LNG Tangguh, Teluk Bintuni, Papua Barat.

“Terutama di BP ya, di Tangguh, itu kebakaran dari hutan gambut itu hampir mendekati pusat-pusat tangki-tangki yang ada di sana. Tapi alhamdulillah semuanya bisa teratasi dengan baik,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai mitigasi apabila El Nino berlangsung lebih panjang hingga Februari, Bahlil mengatakan pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi.

“Udahlah, kita udah mitigasi ya,” tegasnya dia.

Ketika kembali diminta menjelaskan bentuk mitigasi yang dilakukan, Bahlil menjawab dengan nada berseloroh.

“Pertanyaan kalian kok kayak orang ujian disertasi gitu,” tutupnya.

Selain ancaman karhutla di sekitar fasilitas energi, El Nino sebetulanya juga dilaporkan berdampak pada jalur distribusi batu bara di Kalimantan.

Kekeringan juga berpotensi menurunkan debit air untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan pembangkit listrik tenaga minihidro (PLTMH).

Sejumlah PLTA dilaporkan tengah berjaga-jaga saat ini dan memitigasi keandalan apabila kemudian debit air yang dibutuhkan berada di bawah standar minimum.

Dampak elnino selanjutnya telah mendisrupsi distribusi bahan bakar minyak. Sejumlah terminal BBM yang berada di sekitar alur sungai rawan terdampak penurunan muka air dan pendangkalan, sehingga pergerakan kapal pengangkut BBM dapat terganggu.