Serda Ahmad Tewas Diduga Dianiaya Senior, Dave Laksono Desak Evaluasi Pembinaan TNI

Berita Golkar Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menilai, kasus meninggalnya Serda Ahmad Muzammil Farisa harus menjadi bahan evaluasi terhadap proses pembinaan dan penegakan disiplin di lingkungan TNI.

Dave mengatakan, tindakan kekerasan terhadap sesama prajurit tidak dapat dibenarkan, terlebih jika sampai menyebabkan hilangnya nyawa.

“Kejadian ini juga perlu menjadi bahan evaluasi agar proses pembinaan dan penegakan disiplin di lingkungan satuan dapat terus diperkuat,” ujar Dave, saat dikonfirmasi, Sabtu (12/9/2026), dikutip dari Kompas.

Menurut dia, disiplin dan ketegasan merupakan bagian kehidupan militer. Namun, keduanya tetap harus diterapkan sesuai ketentuan dan tidak boleh menjadi pembenaran sebagai tindakan kekerasan.

Dave meminta proses penyelidikan kasus tersebut dilakukan secara profesional, objektif, dan menyeluruh.

Menurut dia, hal itu diperlukan untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa secara jelas serta memastikan pihak yang terbukti melakukan pelanggaran diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Yang terpenting, kasus ini dapat ditangani secara tuntas dan menjadi pembelajaran untuk terus memperkuat profesionalisme, disiplin, serta pembinaan prajurit, sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali,” kata Dave.

Keluarga desak hukuman setimpal Ayah almarhum Serda Ahmad, Toni Eko Prasetyo, mengatakan keluarganya meminta proses hukum terhadap pihak yang diduga terlibat berjalan serius dan transparan. Keluarga tidak ingin latar belakang maupun alasan apa pun menjadi pembenaran atas dugaan penganiayaan yang dialami anaknya.

“Kami dari keluarga almarhum berharap ada sanksi yang setimpal kepada empat anggota senior anak kami yang mengakibatkan hilangnya nyawa anak kami,” ujar Toni, saat ditemui di rumah duka, Jumat (11/9/2026) sore.

Keluarga menerima kabar meninggalnya Ahmad, pada Kamis (11/9/2026) sekitar pukul 05.00 WIB. Saat itu, almarhum disebut telah berada di unit gawat darurat sebelum dinyatakan meninggal dunia.

Keluarga kemudian meminta dilakukan otopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian almarhum. Toni mengatakan, hasil otopsi hingga saat ini belum diterima keluarga.

Serda Ahmad dimakamkan di Magetan Serda Ahmad Muzammul Farisa bertugas di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Almarhum menjalani tugas di lingkungan Dinas Psikologi Mabes TNI AU selama sekitar satu setengah tahun sebelum meninggal dunia diduga dianiaya oleh seniornya.

Jenazah Ahmad dimakamkan tanpa upacara militer di tempat pemakaman umum (TPU) yang lokasinya tidak jauh dari rumah duka, Magetan, Jawa Timur, pada Kamis (10/9/2026) malam. []