Berita Golkar – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) mengambil peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui berbagai program yang menyentuh setiap fase kehidupan.
Peran tersebut mencakup 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), masa kanak-kanak dan remaja, pasangan usia subur (PUS), hingga lanjut usia (lansia).
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji menyampaikan hal tersebut dalam wawancara pada salah satu program stasiun televisi swasta, Kamis (10/9/2026).
Menurut Wihaji, peningkatan kualitas SDM perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui intervensi pada setiap tahapan siklus kehidupan. Salah satu fokus utama Kemendukbangga/BKKBN adalah mencegah stunting sejak periode 1.000 HPK.
GENTING Jadi Upaya Cegah Stunting
Wihaji menjelaskan, Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) hadir sebagai salah satu upaya menjawab tantangan stunting di Indonesia.
“GENTING lahir dari situasi di mana prevalensi stunting di Indonesia masih 19,8 persen (SSGI, 2024), dan (GENTING) menjadi bagian dari jawaban dengan melibatkan semua pihak dalam bentuk pentahelix bersama stakeholder terkait,” ujar Wihaji, dikutip dari VOI.id
Selain GENTING, Kemendukbangga/BKKBN turut menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD melalui program MBG 3B.
Program tersebut dilaksanakan sesuai Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 Pasal 47, dengan fokus pada distribusi makanan bergizi serta edukasi pola konsumsi pangan sehat di tingkat keluarga.
Perkuat Pengasuhan Anak dan Peran Ayah
Pada tahap kehidupan anak, Kemendukbangga/BKKBN menjalankan program prioritas TAMASYA atau Taman Asuh Sayang Anak.
Program ini bertujuan memastikan praktik pengasuhan positif diterapkan di Taman Penitipan Anak (TPA), sehingga anak memperoleh pengasuhan yang baik dan ibu bekerja dapat menjalankan aktivitas pekerjaannya dengan lebih nyaman.
Kemendukbangga/BKKBN juga mengembangkan program GATI atau Gerakan Ayah Teladan Indonesia untuk meningkatkan keterlibatan aktif ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak.
Program tersebut mencakup Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) dan Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR).
Sediakan Kontrasepsi hingga Berdayakan Lansia
Pada fase pasangan usia subur (PUS), Kemendukbangga/BKKBN berperan menyediakan alat dan obat kontrasepsi (alokon) sebagai bagian dari dukungan terhadap pembangunan keluarga.
Sementara itu, bagi kelompok lanjut usia, Kemendukbangga/BKKBN mendorong peningkatan kemandirian dan keberdayaan lansia melalui Sekolah Lansia Bina Keluarga Lansia (BKL) dalam program SIDAYA atau Lansia Berdaya.
Menteri Wihaji menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM Indonesia membutuhkan waktu, kerja keras, serta keterlibatan berbagai sektor.
“Saya yakin, dengan kerja keras, semangat, dan berkolaborasi dengan berbagai stakeholder, masa depan Indonesia akan semakin baik,” harap Wihaji. []



