Dave Laksono: Keterlibatan Indonesia di BRICS Harus Beri Manfaat Nyata bagi Rakyat

Berita GolkarAnggota Komisi I DPR RI Dave Laksono menyambut baik kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026, di New Delhi, India. Menurut Dave, keterlibatan Indonesia dalam BRICS harus memberi manfaat bagi masyarakat di Indonesia.

“Bagi Indonesia, keterlibatan di BRICS tentu harus memberikan manfaat yang nyata. Karena itu, kehadiran Indonesia tidak hanya penting secara simbolis, tetapi juga perlu dimanfaatkan untuk menyampaikan posisi Indonesia dalam berbagai isu strategis, baik yang berkaitan dengan stabilitas kawasan, ketahanan nasional, maupun kerja sama antarnegara,” kata Dave saat dihubungi, Minggu (13/9/2026), dikutip dari Kompas.

Dia juga menilai, kehadiran Prabowo itu menunjukkan bahwa Indonesia semakin aktif memanfaatkan ruang diplomasi internasional untuk memperjuangkan kepentingan nasional. Menurut Dave, keikutsertaan Indonesia juga perlu dilihat sebagai bagian dari upaya memperluas hubungan dan kerja sama dengan berbagai negara.

“Sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam dinamika global yang terus berubah,” ucap dia. Dave menyoroti prinsip politik luar negeri Indonesia adalah bebas aktif. Hal ini dinilainya tetap menjadi landasan yang penting.

Dengan prinsip itu, Indonesia dapat bekerja sama dengan berbagai kelompok dan negara tanpa harus terikat pada kepentingan blok tertentu.

“Kita bebas menentukan sikap, tetapi pada saat yang sama harus aktif memperjuangkan kepentingan Indonesia dan berkontribusi terhadap penyelesaian berbagai persoalan global,” kata Dave Dengan posisi tersebut, Dave berharap keterlibatan Indonesia di BRICS dapat memperkuat posisi tawar, membuka peluang kerja sama yang lebih luas. Dave juga berharap Indonesia bisa menyuarakan kepentingan negara-negara berkembang.

“Yang terpenting, setiap keterlibatan Indonesia dalam forum internasional harus tetap berorientasi pada kepentingan nasional dan memberikan manfaat dalam jangka panjang,” lanjut dia.

Lebih lanjut, ia menekankan diplomasi seperti ini memang perlu terus diperkuat. Sebab, semakin hari tantangan dan hubungan internasional juga semakin kompleks.

“Sehingga Indonesia harus mampu membangun komunikasi dan kerja sama dengan berbagai pihak secara konstruktif, tanpa kehilangan kepentingan dan posisi strategisnya sendiri,” ujar Dave.

Prabowo dorong industrialisasi negara anggota BRICS Sebagai informasi, Presiden RI Prabowo Subianto tengah menghadiri KTT BRICS di India pada 12-13 September 2026. Pada KTT BRICS hari kedua, Presiden Prabowo turut mendorong negara-negara anggota untuk mengubah berbagai kerentanan yang dihadapi menjadi peluang untuk memperkuat perekonomian.

“Ketahanan kita harus memberikan manfaat bagi rakyat kita dan untuk memberikan manfaat bagi rakyat kita, kita harus mampu mengubah kerentanan kita menjadi peluang. Kelemahan kita menjadi kekuatan,” ujar Prabowo dalam sesi pertemuan KTT BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Minggu (13/9/2026).

Dalam pertemuan yang mengangkat tema “Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability: Shaping the Future for Inclusive Global Growth” itu, Prabowo menekankan bahwa ketahanan, inovasi, kerja sama, dan keberlanjutan harus diarahkan pada satu tujuan bersama.

Dia ingin negara-negara BRICS membangun perekonomian yang lebih kuat dan lebih adil serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Prabowo kemudian mencontohkan tantangan yang dihadapi Indonesia.

Sebagai negara kepulauan yang berada di kawasan cincin api yang aktif, Indonesia menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kenaikan permukaan laut dan cuaca ekstrem hingga aktivitas gunung berapi. Di sisi lain, ia menegaskan Indonesia memiliki kekayaan daratan dan lautan yang dapat menjadi landasan bagi masa depan.

“Daratan dan lautan kita juga menyimpan banyak hal yang akan menjadi landasan bagi masa depan. Mineral kritis, tanah jarang, sumber daya terbarukan untuk teknologi bersih dan teknologi tinggi, serta hutan yang bernapas bagi dunia. Hal yang sama juga berlaku di seluruh BRICS,” imbuh Prabowo. []