Metty Triantika Nahkodai GPPK Kosgoro 1957, Bidik Penguatan Kader dan Ekonomi Perempuan

Berita GolkarKetua DPRD Kabupaten Cianjur, Metty Triantika, dipercaya memimpin Gerakan Persatuan Perempuan Kosgoro (GPPK) 1957. Metty didaulat sebagai Ketua Umum GPPK Kosgoro 1957 setelah menyampaikan visi dan misinya dalam Musyawarah Besar (Mubes) V Gerakan Kosgoro 1957 yang digelar di Jakarta, Minggu malam (13/9/2026).

Dalam pemaparannya, Metty menegaskan komitmennya untuk membawa GPPK Kosgoro 1957 menjadi organisasi perempuan yang kuat secara kelembagaan, memiliki kader berkualitas, sekaligus mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“GPPK Kosgoro 1957 harus menjadi rumah bersama bagi perempuan untuk belajar, bertumbuh, berkarya, dan mengambil peran dalam pembangunan bangsa,” kata Metty, dikutip dari RMOL.Jabar.

Sejumlah agenda menjadi fokus yang ditawarkan Metty, mulai dari penguatan struktur organisasi, kaderisasi, peningkatan literasi politik perempuan, pemberdayaan ekonomi keluarga hingga pendampingan pelaku UMKM.

Ia juga mendorong semakin luasnya keterlibatan perempuan dalam proses pengambilan keputusan publik.

Menurut Metty, perempuan tidak cukup hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat pembangunan. Perempuan juga harus diberi kesempatan menjadi bagian dari perencanaan, pelaksanaan hingga kepemimpinan pembangunan.

“Perempuan memiliki kekuatan besar dalam menjaga ketahanan keluarga, menggerakkan perekonomian, serta membangun kehidupan sosial dan politik yang lebih baik. Potensi itu harus dihimpun melalui kerja nyata, terukur, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Metty sendiri merupakan kader perempuan Partai Golkar yang kini menjabat Ketua DPRD Kabupaten Cianjur. Ia juga aktif dalam berbagai kegiatan perempuan Partai Golkar, baik di tingkat Kabupaten Cianjur maupun Provinsi Jawa Barat.

Pengalaman di lembaga legislatif serta keterlibatannya dalam komunikasi politik dan pengawalan aspirasi masyarakat menjadi modal bagi Metty untuk memperkuat jaringan GPPK Kosgoro 1957 di tingkat nasional.

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Kolektif (PPK) Kosgoro 1957, Sari Yuliati, meminta kepemimpinan baru GPPK Kosgoro 1957 segera bergerak melakukan konsolidasi.

Menurut Sari, Mubes V harus menjadi momentum evaluasi sekaligus pembenahan organisasi agar seluruh gerakan Kosgoro 1957 semakin solid.

“Kebersamaan tiga gerakan ini menunjukkan bahwa Kosgoro 1957 merupakan rumah besar yang mengedepankan kekeluargaan, gotong royong, serta semangat Tri Dharma Kosgoro, yaitu pengabdian, kerakyatan, dan solidaritas,” kata Sari.

Mubes tersebut turut melibatkan Himpunan Pengusaha Kosgoro (HPK), GPPK, dan Himpunan Mahasiswa Kosgoro (HIMA Kosgoro) 1957.

Sari meminta seluruh ketua umum yang terpilih segera menuntaskan pembentukan dan melengkapi kepengurusan di tingkat daerah.

Ia menargetkan penguatan struktur organisasi dapat menjangkau sedikitnya separuh kabupaten dan kota di Indonesia paling lambat akhir Desember 2027.

“Namun konsolidasi jangan hanya berhenti pada pembentukan struktur dan penyusunan kepengurusan,” tegasnya.

Sari menekankan, keberadaan Kosgoro 1957 harus dirasakan langsung oleh masyarakat melalui program yang konkret dan menyentuh kebutuhan rakyat.

“Kita harus hadir dan dekat dengan rakyat melalui program-program nyata yang menjawab kebutuhan masyarakat. Kader Kosgoro 1957 harus hidup bersama rakyat, berkarya, dan mengabdi untuk rakyat. Itulah wujud nyata Tri Dharma Kosgoro,” ujarnya.

Ia berharap kepemimpinan baru mampu menjalankan program organisasi secara terukur, progresif, dan berkelanjutan.

Konsolidasi tersebut, kata Sari, juga penting untuk memperkuat kelembagaan Kosgoro 1957 sekaligus meningkatkan daya dukung organisasi terhadap Partai Golkar menghadapi Pemilu 2029.

Sari mengingatkan seluruh kader agar setiap persoalan organisasi diselesaikan melalui semangat kekeluargaan dan gotong royong dengan tetap menjadikan Tri Dharma Kosgoro sebagai pijakan utama. []