Berita Golkar – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) Wihaji mengatakan meski angka fertilitas (Total fertility rate/TFR) nasional berada pada angka 2,13 ada disparitas TFR antarwilayah sehingga perlu dilakukan sejumlah langkah untuk merespons ketimpangan tersebut.
Mendukbangga Wihaji mengatakan dalam rapat bersama DPR di Jakarta, Selasa, bahwa TFR tertinggi berada di Papua Pegunungan (2,78), Papua (2,74), dan Nusa Tenggara Timur (2,72). Sementara itu terendah yakni Jakarta (1,79), Jawa Timur (1,95), dan Banten (1,96).
“Artinya sudah menjadi perhatian, karena standar kita ada 2,1 atau 2,0 untuk melihat jumlah penduduk dan luas geografi dan sekalian rumus kependudukan,” kata Mendukbangga Wihaji, dikutip dari AntaraNews.
Dia menyebutkan fertilitas turun tajam dari 5,6 pada tahun 1971 menjadi 2,13 pada tahun 2025, namun penurunan tersebut tidak seragam di seluruh wilayah.
Dalam kesempatan itu Mendukbangga menyebutkan bahwa rasio ketergantungan penduduk secara nasional adalah 44,30. Rasio tertinggi, katanya, yakni Papua Selatan yaitu 75,40.
“Angka 75,40 berarti di antara 100 yang produktif menanggung 75, kira-kira gitu. Kemudian Papua, kemudian Nusa Tenggara Timur, angkanya 54, sedangkan yang paling produktif itu di DKI Jakarta 40, Kalimantan Timur, kemudian Papua Pegunungan,” katanya.
Dia menjelaskan perlu ada upaya dan kolaborasi untuk memastikan pertumbuhan kuantitas dan kualitas penduduk berjalan beriringan. Untuk menjaga keseimbangan struktur penduduk, pihaknya mengelola kuantitas melalui sejumlah langkah.
Langkah-langkah tersebut antara lain pendewasaan usia perkawinan dan mencegah perkawinan anak, penguatan KB dan kesehatan ibu-anak, edukasi kesehatan reproduksi dan seksualitas remaja, dan perluasan akses layanan KB.
Di sisi lain pihaknya juga memperkuat kualitas penduduk dan ketahanan keluarga dengan berbagai program strategis, misalnya untuk pendampingan pengasuhan usia dini ada Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA).
Kemudian, pemberdayaan lansia agar aktif untuk membangun silver economy dan mempercepat penurunan stunting melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dan Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT). []



