Berita Golkar – Rangkaian Milad ke-47 Pengajian Al-Hidayah berlangsung semarak dengan mengusung tema “Bersatu dalam Ukhuwah, Berkhidmat untuk Umat, Berkarya untuk Indonesia”
Tiga kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan tersebut, yakni Senam Sehat Lansia, Bazaar UMKM dan Resepsi Puncak Milad ke-47, menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus meneguhkan kembali komitmen organisasi dalam memberikan manfaat bagi umat dan bangsa.
Rangkaian kegiatan diawali Senam Sehat Lansia yang sekaligus Launching Senam Pengajian Al-Hidayah oleh Ketua Umum Pengajian Al-Hidayah Hetifah Sjaifudian. Kegiatan berlangsung pada Minggu, 4 Oktober 2026, di Lapangan DPP Partai Golkar, Anggrek Neli Murni, kawasan Slipi, Jakarta Barat. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 06.00 WIB tersebut diikuti penuh antusias dalam suasana kebersamaan dan kekeluargaan.
Senam Pengajian Al-Hidayah yang diluncurkan ini akan menjadi “Panduan” senam Pengajian Al-Hidayah yang akan menjadi rujukan oleh Pengajian Al-Hidayah di seluruh Indonesia. Senam Pengajian Al-Hidayah ini tidak hanya menjadi aktivitas untuk menjaga kebugaran, tapi juga menjadi ruang bertemu, bersilaturahmi, dan memperkuat ukhuwah di antara anggota dan peserta. Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan perhatian Pengajian Al-Hidayah terhadap pentingnya kesehatan dan kualitas hidup masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia.
Suasana kegiatan Senam Pengajian Al-Hidayah semakin semarak dengan adanya panggung utama dan berbagai doorprize yang disiapkan bagi peserta. Aktivitas olahraga bersama dikemas sebagai kegiatan yang menyenangkan sekaligus menjadi bagian dari rangkaian perayaan Milad ke-47.
Dari Kegiatan Bersama Menuju Refleksi 47 Tahun
Semangat kebersamaan yang dibangun melalui kegiatan Senam Bersama, kemudian berlanjut dalam acara puncak Milad ke-47 Pengajian Al-Hidayah pada 4 Oktober 2026 di Aula Lantai 1 DPP Partai Golkar. Peringatan Milad ke-47 menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan Pengajian Al-Hidayah sejak berdiri pada 5 Oktober 1979 hingga memasuki usia 47 tahun pada 2026.
Acara berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Dalam acara resepsi puncak Milad Ke-47, Dewan Penasehat DPP Pengajian Al-Hidayah Luluk Maqnuniah Sarmuji menyampaikan bahwa perjalanan 47 tahun Pengajian Al-Hidayah sebagai sebuah amanah yang perlu dijaga dan dilanjutkan. Usia organisasi bukan sekadar penanda perjalanan waktu, tetapi juga menjadi pengingat akan tanggung jawab untuk mempertahankan nilai-nilai yang telah menjadi fondasi organisasi.
“Ukhuwah menjadi salah satu kekuatan penting dalam menjaga keberlanjutan organisasi. Kebersamaan tidak hanya dimaknai sebagai hubungan antar pengurus dan anggota, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian, kerja bersama, serta kontribusi nyata bagi masyarakat” lanjutnya.
Semangat didalam mewujudkan gerak organisasi tersebut menjadi semakin relevan dalam menghadapi perubahan dan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Pengajian Al-Hidayah diharapkan mampu mempertahankan jati diri organisasi sekaligus terus menghadirkan program yang memberikan manfaat bagi umat.
Hetifah: 47 Tahun Bukan Sekadar Usia
Sementara itu, Ketua Umum DPP Pengajian Al-Hidayah, Hetifah Sjaifudian, dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjadikan Milad ke-47 sebagai momentum untuk memperkuat semangat pengabdian dan kontribusi organisasi.
“Perjalanan selama 47 tahun bukan sekadar tentang usia, tetapi merupakan perjalanan panjang yang diisi dengan pengabdian. Karena itu, semangat kebersamaan dan ukhuwah perlu terus diperkuat agar organisasi mampu menjawab tantangan sekaligusmemperluas manfaat bagi umat” lanjutnya
Bagi Pengajian Al-Hidayah, berkhidmat untuk umat berarti menghadirkan kontribusi yang nyata melalui berbagai kegiatan dan program yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Semangat tersebut terlihat dalam rangkaian kegiatan Milad. Dimulai dari aktivitas yang sederhana namun bermakna melalui Senam Sehat Lansia dan Launching Senam Pengajian Al-Hidayah, Bazar UMKM, hingga peringatan Milad yang menjadi ruang refleksi dan konsolidasi organisasi.
Kegiatan-kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa peringatan Milad tidak hanya diarahkan sebagai seremoni tahunan, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kebersamaan dan memperkuat hubungan antara organisasi dengan masyarakat.
Bersatu dalam Ukhuwah, Berkhidmat untuk Umat
Tema “Bersatu dalam Ukhuwah, Berkhidmat untuk Umat, Berkarya untuk Indonesia” menjadi benang merah seluruh rangkaian peringatan Milad ke-47. Bersatu dalam ukhuwah berarti menjaga persaudaraan dan soliditas organisasi sebagai fondasi dalam menjalankan berbagai program.
“Berkhidmat untuk umat” berarti memastikan keberadaan organisasi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui kegiatan sosial, keagamaan, pemberdayaan, kesehatan, pendidikan, dan berbagai bentuk pengabdian lainnya.
Sementara “berkarya untuk Indonesia” menjadi dorongan agar Pengajian Al-Hidayah terus menghasilkan kontribusi yang relevan dan berdampak bagi masyarakat serta bangsa.
Dalam konteks tersebut, kegiatan Senam Sehat Lansia menjadi salah satu contoh bagaimana semangat pengabdian dapat diwujudkan melalui kegiatan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Sementara acara puncak Milad menjadi ruang untuk memperkuat visi dan komitmen organisasi ke depan.
Memasuki usia 47 tahun, Pengajian Al-Hidayah juga menghadapi tantangan untuk terus menjaga nilai-nilai yang telah menjadi fondasi organisasi sekaligus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Soliditas jajaran pimpinan dan seluruh anggota menjadi modal penting untuk meneruskan perjalanan organisasi.
Dengan kebersamaan yang semakin kuat, Pengajian Al-Hidayah diharapkan mampu memperluas jejaring pengabdian dan menghadirkan semakin banyak karya yang memberikan manfaat.
Rangkaian Milad ke-47 akhirnya tidak hanya menjadi perayaan perjalanan organisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk merefleksikan masa lalu, memperkuat kebersamaan hari ini, dan meneguhkan langkah ke depan. Dari semangat hidup sehat, tumbuh kebersamaan. Dari kebersamaan, lahir ukhuwah. Dari ukhuwah, semakin kuat pengabdian kepada umat. Dan dari pengabdian, lahir karya untuk Indonesia.
Dalam laporan pelaksanaan Milad ke 47 Pengajian Al-Hidayah, Endah Cahya Immawati selaku Ketua Panitia menyampaikan bahwa, kegiatan yang dilaksanakan merupakan bagian dari penguatan peran pengajian Al-Hidayah didalam berkontribusi terhadap Ummat, Bangsa dan Negara. Kegiatan tidak hanya di Pusat, akan tetapi dilaksanakan secara menyeluruh sampai tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, dan pelosok desa. []



