Berita Golkar – Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta, Judistira Hermawan, menyoroti masih adanya sejumlah titik bottleneck atau simpul kemacetan di Jakarta yang dinilai perlu segera ditangani melalui pembangunan infrastruktur seperti flyover dan underpass.
Hal tersebut disampaikan Judistira dalam rapat Komisi D DPRD DKI Jakarta bersama Dinas Bina Marga, beberapa waktu lalu.
Ia menyebut beberapa lokasi yang selama ini dikenal sebagai titik kemacetan, seperti kawasan Semanan dan Pejompongan, perlu menjadi prioritas penanganan.
Menurutnya, keberadaan titik-titik bottleneck tersebut menjadi salah satu penyebab utama kemacetan yang terus berulang, sehingga perlu intervensi infrastruktur yang lebih serius dari pemerintah daerah.
“Kalau tidak salah pada saat itu masih ada usulan di Semanan. Kemudian ada titik yang di Pejompongan juga rasanya itu perlu. Memang itu menjadi bottleneck sehingga perlu dicarikan solusi,” kata Judistira, dikutip dari Akurat.
Anggota Komisi D itu menjelaskan, keterbatasan ruang di Jakarta membuat penambahan ruas jalan baru menjadi sulit dilakukan. Karena itu, pembangunan infrastruktur seperti flyover dan underpass dinilai menjadi solusi yang lebih realistis untuk mengurai kemacetan.
Judistira juga menegaskan bahwa pengurangan kemacetan merupakan salah satu indikator penting dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang memiliki sistem transportasi perkotaan yang baik. “Kita menuju kota global ini kan salah satu cirinya adalah bisa mengurangi kemacetan yang ada di DKI Jakarta,” ujarnya.
Ia pun meminta Dinas Bina Marga untuk lebih responsif dalam memetakan titik-titik kemacetan yang membutuhkan pembangunan infrastruktur tambahan agar upaya penguraian kemacetan dapat berjalan lebih efektif.
Judistira berharap ke depan pembangunan infrastruktur jalan tidak hanya berfokus pada pemeliharaan, tetapi juga pada upaya strategis untuk mengatasi kemacetan melalui pembangunan struktur jalan bertingkat maupun terowongan di titik-titik krusial.
Sebelumnya, Dinas Bina Marga DKI Jakarta akan membangun dua jalan layang (flyover) pada tahun 2025 untuk meningkatkan keselamatan dan kelancaran lalu lintas di perlintasan kereta api.
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo mengatakan, pembangunan ini sejalan dengan undang-undang yang mewajibkan perlintasan jalan dan rel kereta api ditingkatkan menjadi tidak sebidang melalui pembangunan flyover atau underpass.
“Pembangunan flyover ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan dan efisiensi lalu lintas di Jakarta, khususnya di perlintasan kereta api yang rawan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas,” ujar Heru, Senin (13/1/2026). []



