Berita Golkar – Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta, Ramly HI Muhamad menyoroti belum lengkapnya fasilitas alat kesehatan di Puskesmas Rusun Marunda, Jakarta Utara, meskipun bangunan dan ruang pelayanan dinilai sudah memadai.
Hal tersebut disampaikan Ramly saat rapat Komisi E DPRD DKI Jakarta bersama Dinas Kesehatan dalam pembahasan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) sektor kesehatan, beberapa waktu lalu.
Ramly mengaku menemukan langsung kondisi tersebut saat melakukan kunjungan kerja ke Puskesmas Rusun Marunda. Ia melihat fasilitas bangunan sudah baik, namun belum didukung ketersediaan peralatan medis yang memadai.
“Saya datang langsung ke Puskesmas Rusun Marunda. Ruangannya sudah bagus, bahkan banyak ruangannya, tapi alat kesehatannya belum ada,” kata Ramly, dikutip dari Akurat.
Ia berharap, Dinas Kesehatan DKI Jakarta segera melengkapi kebutuhan alat kesehatan agar fasilitas yang sudah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
“Mudah-mudahan cepat diisi alatnya, karena masyarakat di sana cukup banyak yang membutuhkan layanan kesehatan,” ujarnya.
Ramly juga menekankan pentingnya kesiapan fasilitas kesehatan di kawasan rusun, mengingat tingginya jumlah warga yang bergantung pada layanan kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas.
Menurut Anggota Komisi E itu, pembangunan fisik harus diikuti dengan kelengkapan sarana penunjang agar pelayanan kesehatan bisa berjalan maksimal.
“Kalau gedungnya sudah ada tapi alatnya belum tersedia, pelayanan tentu belum bisa optimal. Ini perlu segera ditindaklanjuti,” katanya.
Sebagai informasi, kebutuhan layanan kesehatan yang mumpuni memang menjadi krusial di wilayah tersebut, mengingat Pemprov DKI Jakarta saat ini juga sedang melakukan pengembangan skala besar di area huniannya.
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Provinsi DKI Jakarta memastikan program pembangunan ulang Rusunawa Marunda di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara tetap berjalan sesuai perencanaan awal.
Kepala Dinas PRKP DKI Jakarta, Kelik Indriyanto menyampaikan, proyek ini merupakan komitmen Pemprov DKI dalam menyediakan hunian layak bagi warga yang telah direlokasi.
Menurutnya, revitalisasi Rusunawa Marunda Cluster C akan dilakukan secara bertahap hingga tahun 2030. Proyek diawali dengan pembangunan satu tower pada tahun ini yang memiliki 20 lantai dan 288 unit hunian.
Kelik menuturkan, pembangunan tower pertama tersebut menggunakan skema anggaran multiyears dari APBD 2025–2027.
“Selain unit hunian, tower ini juga dilengkapi fasilitas pendukung seperti power house, STP, TPS, gedung parkir, hingga pagar dan gerbang utama,” ujarnya, Jumat (31/10/2025). []



