Jakarta Darurat Sampah! Basri Baco Minta Solusi Hulu Masuk Kebijakan Pansus

Berita Golkar – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Golkar, Basri Baco menekankan pentingnya perubahan pendekatan dalam penanganan sampah di ibu kota.

Ia menilai, selama ini kebijakan lebih banyak berfokus pada pengelolaan sampah yang sudah ada, bukan pada upaya mengurangi volume sampah sejak dari sumbernya.

Hal itu disampaikan Baco dalam forum diskusi kelompok terarah (FGD) yang digelar Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) DKI Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, tanpa strategi pengurangan dari hulu, persoalan sampah akan terus berulang dan sulit ditangani secara tuntas. “Kita sekarang hanya berpikir bagaimana mengelola sampah yang ada. Kita tidak berpikir bagaimana caranya mengurangi sampah,” kata Baco.

Ia mencontohkan, sampah rumah tangga yang rata-rata bisa mencapai 10 kilogram per hari seharusnya bisa ditekan hingga setengahnya melalui perubahan pola konsumsi dan sistem distribusi bahan pangan.

Hal serupa juga berlaku untuk sektor komersial seperti restoran dan hotel yang menghasilkan sampah dalam jumlah besar setiap hari.

“Bagaimana caranya sampah rumah tangga yang satu rumah itu 10 kilo bisa berkurang jadi 5 kilo. Sampah restoran yang tadinya 50 kilo per hari, bagaimana bisa turun jadi 30 kilo,” ujarnya, dikutip dari Akurat.

Salah satu gagasan yang diusulkan adalah mengurangi potensi sampah dari bahan pangan sebelum masuk ke Jakarta.

Ia menyoroti praktik penjualan sayur dan buah yang masih menyertakan bagian yang tidak terpakai, seperti akar, batang, atau kulit, yang pada akhirnya menjadi sampah di tingkat konsumen.

Sekretaris DPD Golkar DKI itu mendorong agar proses pemangkasan bagian tidak terpakai dilakukan sejak dari daerah produsen, sehingga sampah tidak ikut terbawa ke Jakarta.

“Kalau kita beli kangkung, akar dan batangnya ikut. Padahal yang dimasak hanya sebagian. Itu jadi sampah. Bayangkan kalau ratusan bahan seperti itu,” ucapnya.

Ke depan, ia juga mendorong transformasi pasar tradisional menjadi pasar modern yang lebih efisien dan minim sampah. Dalam konsep ini, produk yang dijual sudah dalam kondisi siap konsumsi dengan limbah yang telah dipisahkan di daerah asal.

Menurut Baco, langkah pengurangan sampah dari sumber harus menjadi bagian penting dalam pembahasan Panitia Khusus (Pansus) Sampah DPRD DKI Jakarta yang saat ini tengah berjalan.

Ia berharap, rekomendasi yang dihasilkan nantinya tidak hanya berfokus pada teknologi pengolahan dan kebijakan hilir, tetapi juga menyentuh aspek perubahan sistem distribusi dan perilaku konsumsi masyarakat. “Jadi selain mengelola sampah, kita juga harus berpikir bagaimana cara mengurangi sampah itu sendiri,” tukasnya. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *