Ace Hasan Ajak IKAL Lemhannas Perkuat Ketahanan Nasional dan Dukung Asta Cita Prabowo

Berita Golkar – Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI melihat tantangan ketahanan nasional ke depan tidak hanya datang dari faktor geopolitik global, tetapi juga dari perkembangan teknologi digital yang semakin memengaruhi kehidupan masyarakat, terutama generasi muda. Pasalnya, ancaman radikalisme yang masuk sekolah terjadi di beberapa daerah.

Gubernur Lemhannas RI Ace Hasan Syadzily mengatakan kemudahan akses internet dan media sosial membuat penyebaran informasi berlangsung sangat cepat.

“Disrupsi teknologi digital menjadi tantangan sekaligus ancaman bagi generasi muda,” ujar Ace di Savoy Homann, Sabtu (18/7/2026), dikutip dari Tribunnews.

Dia mengatakan negara perlu memperkuat pengawasan terhadap penggunaan teknologi informasi, terutama bagi anak-anak usia sekolah. Namun, pengawasan tersebut tidak bisa hanya dibebankan kepada keluarga atau lembaga pendidikan.

Menurut Ace, platform digital juga harus memiliki tanggung jawab dalam menciptakan ekosistem digital yang lebih aman bagi anak.

“Tidak sepenuhnya diserahkan kepada pengawasan orang tua atau sekolah. Platform digital juga harus memastikan mereka memproduksi dan menghadirkan konten yang lebih bermanfaat bagi generasi muda,” ujarnya.

Ace menilai regulasi perlindungan anak di ruang digital harus diikuti dengan pengawasan yang lebih konkret. Sebab, perkembangan teknologi bergerak cepat dan dapat memengaruhi pola pikir serta perilaku generasi muda.

Ace menambahkan, upaya mencegah masuknya radikalisme ke lingkungan pendidikan membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan lingkungan sosial.

“Anak-anak tidak hanya berada di dunia pendidikan, tetapi juga berada di lingkungan keluarga dan masyarakat. Karena itu tanggung jawab pengawasan harus dilakukan bersama,” katanya.

Oleh karena itu, dia meminta alumni yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Alumni (IKAL) Lemhannas untuk ikut menjawab berbagai tantangan tersebut.

“Para alumni Lemhannas ini telah digembleng, dididik, dan belajar di Lemhannas untuk menjadi pemimpin nasional yang berkarakter negarawan, patriotik, dan memiliki wawasan global,” ujar Ace.

Ace mengatakan salah satu tantangan terbesar Indonesia saat ini adalah membangun kemandirian di tengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian.

Dia berharap IKAL Lemhannas dapat mengambil bagian dalam memperkuat agenda tersebut, termasuk mendukung arah pembangunan pemerintah dalam mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

“Tidak ada bangsa yang tangguh saat ini kecuali mampu membangun kemandirian, terutama kemandirian ekonomi, energi, dan pangan,” katanya.

Di tempat yang sama, Ketua Umum IKAL Lemhannas Purnomo Yusgiantoro mengatakan organisasi alumni Lemhannas periode 2026-2031 akan diarahkan menjadi wadah untuk memberikan kontribusi bagi bangsa.

Purnomo menyebut ada tiga fokus utama yang menjadi perhatian. Pertama, memperkuat konsolidasi internal. Kedua, mendukung keberlangsungan Lemhannas sebagai lembaga pendidikan kepemimpinan nasional. Ketiga, berkontribusi dalam mendukung pembangunan nasional.

“Kami ingin mendukung pemerintah dalam rangka menyukseskan pembangunan nasional, terutama untuk mencapai Indonesia Emas 2045,” ujar Purnomo.

Dia menjelaskan IKAL Lemhannas memiliki jaringan di berbagai daerah melalui 32 Dewan Pimpinan Daerah (DPD). Jaringan tersebut akan dimanfaatkan untuk memperluas penyebaran nilai-nilai kebangsaan, wawasan nusantara, geopolitik Indonesia, dan ketahanan nasional.

Menurut Purnomo, pemahaman mengenai ketahanan nasional tidak boleh berhenti pada tingkat strategis, tetapi harus diterjemahkan hingga tingkat daerah dan masyarakat.

Selain bidang kebangsaan, pihaknya juga menyiapkan sejumlah program sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *