Slipi, DPP  

LPM RI Punya Nahkoda Baru, Ahmad Doli Kurnia Bidik Transformasi Desa untuk Indonesia Emas 2045

Berita Golkar – Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia (DPP LPM RI) Periode 2025–2030 resmi dikukuhkan dan dilantik di Gedung Merdeka, Kota Bandung.

Acara ini dirangkaikan dengan penganugerahan LPM Award 2026 bagi para tokoh dan pemangku kepentingan yang berkontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat.

Mengusung tema “Dukungan terhadap Pemberdayaan Masyarakat Desa / Kelurahan Menuju Indonesia Maju”, kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi nasional sekaligus penegasan arah baru organisasi menyongsong visi Indonesia Emas 2045.

Ketua Umum DPP LPM RI, Ahmad Doli KurniaTandjung, menegaskan bahwa masa depan bangsa sangat bergantung pada keberhasilan pembangunan di tingkat akar rumput.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi makro dan pembangunan fisik tidak akan berarti tanpa peningkatan kualitas hidup masyarakat desa.

“Desa dan kelurahan adalah fondasi Indonesia. Ketika masyarakat di tingkat akar rumput semakin berdaya, produktif, dan mandiri, Indonesia akan memiliki fondasi yang kokoh untuk menjadi negara maju,” ujar Doli usai pelantikan di Bandung, dikutip dari Viva.

Tantangan Kemiskinan Desa Saat Ini

LPM RI memiliki rekam jejak panjang sejak berdiri sebagai Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD) di era Orde Baru, sebelum bertransformasi melalui Deklarasi Bandung tahun 2000.

Transformasi ini mengubah pendekatan pembangunan dari top-down menjadi partisipatif. Meski demikian, Doli menyoroti tantangan perdesaan yang semakin kompleks.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per September 2025, tingkat kemiskinan di perdesaan masih menyentuh angka 10,72 persen, jauh di atas wilayah perkotaan yang tercatat 6,60 persen. Lebih dari separuh penduduk miskin Indonesia saat ini mendiami kawasan desa.

Selain ketimpangan ekonomi, lebih dari 75 ribu desa di Indonesia masih mengahadapi persoalan produktivitas pertanian, terbatasnya hilirisasi produk, kesenjangan akses teknologi digital, hingga dampak perubahan iklim terhadap ketahanan pangan. Doli menekankan bahwa solusi atas masalah tersebut memerlukan pendekatan pembangunan berbasis manusia.

“Yang kita bangun bukan hanya jalan, jembatan, atau gedung, tetapi juga kapasitas masyarakat untuk menciptakan kesejahteraan secara berkelanjutan,” tegasnya.

Lima Arah Transformasi DPP LPM RI 2025–2030

Menjawab tantangan tersebut, DPP LPM RI menetapkan lima arah strategi organisasi dalam periode kepengurusan 2025–2030:

  1. Penguatan SDM: Meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pendidikan dan pelatihan berkelanjutan.
  2. Pengembangan Ekonomi Lokal: Mendorong komoditas unggulan desa seperti pertanian, UMKM, pariwisata, dan koperasi.
  3. Transformasi Digital: Mengakselerasi literasi digital, pemanfaatan data, serta kewirausahaan berbasis teknologi di desa.
  4. Ketahanan Sosial dan Lingkungan: Melestarikan budaya gotong royong, mitagasi bencana, dan adaptasi perubahan iklim.
  5. Kolaborasi Lintas Sektor: Membangun kemitraan strategis dengan pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan media.

Apresiasi Melalui LPM Award 2026

Sebagai penutup rangkaian pengukuhan, LPM RI menyerahkan penghargaan LPM Award 2026 kepada kepala daerah, akademisi, pelaku usaha, hingga tokoh masyarakat yang dinilai berhasil menghadirkan inovasi pemberdayaan.

Doli berharap penghargaan ini mampu memperkuat budaya kolaborasi di tingkat nasional. Ia menegaskan bahwa LPM RI tidak boleh sekadar menjadi organisasi administratif, melainkan harus hadir sebagai pelopor perubahan sosial-ekonomi masyarakat menuju Indonesia Emas 2045.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *