Senayan Himbara Cetak Laba Rp39,92 Triliun, Misbakhun Nilai Transformasi Danantara Berhasil

Berita Golkar – Kinerja positif Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor jasa keuangan pada Kuartal I 2026 mendapat apresiasi dari Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun.

Menurutnya, capaian Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), PT Pegadaian, dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menjadi sinyal bahwa transformasi BUMN melalui Danantara mulai menunjukkan hasil yang nyata.

Sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, lima bank anggota Himbara membukukan laba gabungan sebesar Rp39,92 triliun. Kontribusi tersebut semakin besar jika ditambah kinerja lembaga keuangan Ultra Mikro (UMi).

Pegadaian mencatat laba bersih Rp4,38 triliun, sementara PNM telah melayani 23,1 juta nasabah di seluruh Indonesia.

Misbakhun menilai pertumbuhan laba, penyaluran kredit, penghimpunan dana masyarakat, hingga perluasan layanan pemberdayaan merupakan indikator penting keberhasilan transformasi BUMN jasa keuangan.

“Kinerja positif Himbara, Pegadaian, dan PNM pada kuartal pertama 2026 menunjukkan transformasi BUMN Himbara dan UMi yang dijalankan Danantara berada pada jalur yang tepat. Yang kita lihat bukan sekadar peningkatan laba, tetapi juga penguatan efisiensi, kualitas pertumbuhan, dan perluasan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Ini adalah indikator penting bahwa transformasi yang dilakukan mampu menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan,” kata Misbakhun di Jakarta.

Kinerja solid ditunjukkan seluruh anggota Himbara. Bank Mandiri membukukan laba bersih Rp15,4 triliun dengan pertumbuhan kredit mencapai 17,4 persen secara tahunan.

BRI mencatat laba bersih Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7 persen secara tahunan. Penyaluran kredit mencapai Rp1.562 triliun dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp1.555 triliun.

Capaian tersebut melanjutkan performa sepanjang 2025 ketika BRI membukukan laba konsolidasian Rp57,13 triliun dan membagikan dividen tunai Rp52,1 triliun.

Sementara itu, BNI membukukan laba Rp5,66 triliun dengan pertumbuhan kredit 20,1 persen menjadi Rp919,3 triliun. Hingga akhir Mei 2026, total aset BNI mencapai Rp1.365,36 triliun, DPK Rp1.063,92 triliun, dan ekuitas Rp160,99 triliun.

Transformasi digital juga terus diperkuat melalui Wondr by BNI yang telah memiliki lebih dari 12 juta pengguna, serta pertumbuhan transaksi BNIdirect yang meningkat lebih dari 25 persen secara tahunan.

Bank Syariah Indonesia (BSI) turut mencatatkan kinerja positif dengan laba Rp2,2 triliun atau tumbuh 17,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut ditopang peningkatan dana murah, bisnis emas, dan layanan digital yang terus berkembang.

Adapun BTN membukukan laba Rp1,16 triliun, sekaligus mencatat pertumbuhan laba tertinggi di antara anggota Himbara, yakni sebesar 55,84 persen, didukung penguatan fungsi intermediasi di sektor perumahan.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan kapitalisasi pasar Himbara kini mencapai sekitar Rp1.100 triliun atau sekitar 10 persen dari total kapitalisasi pasar Indonesia.

“Perbankan tidak semata-mata mengejar laba, tetapi juga harus dirasakan kehadirannya oleh masyarakat, mulai dari UMKM, komersial, hingga korporasi,” jelas Rosan, dikutip dari Industri.

Di sektor Ultra Mikro, Pegadaian mencatat lonjakan laba bersih menjadi Rp4,38 triliun atau tumbuh 87,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp2,34 triliun.

Total aset perusahaan juga meningkat signifikan menjadi Rp183,8 triliun, naik 56 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp117,8 triliun.

Bagi Misbakhun, capaian tersebut membuktikan bahwa BUMN mampu menjaga profitabilitas sekaligus menjalankan fungsi strategis sebagai motor penggerak perekonomian nasional.

Ia menilai pertumbuhan kredit yang konsisten, peningkatan dana pihak ketiga, serta penguatan dana murah menjadi fondasi penting bagi stabilitas sektor keuangan dan keberlanjutan agenda pembangunan nasional.

Sebelumnya, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, juga menegaskan pentingnya peran Himbara dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

“Perbankan BUMN memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Dukungan pembiayaan harus terus diarahkan kepada sektor-sektor produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Dony.

Misbakhun menambahkan, kehadiran Danantara sebagai pengelola investasi dan transformasi BUMN telah memperkuat sinergi antarlembaga Himbara dan UMi.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan aset negara sekaligus memastikan setiap BUMN menjalankan mandat pembangunan yang diberikan pemerintah.

Ia pun optimistis capaian pada kuartal pertama 2026 akan menjadi fondasi untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap arah transformasi BUMN yang sedang dijalankan pemerintah.

“Kinerja ini harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan BUMN. Tujuan akhirnya bukan hanya mencetak keuntungan, tetapi memastikan bahwa setiap rupiah yang dikelola BUMN mampu memberikan manfaat ekonomi yang sebesar-besarnya bagi masyarakat dan negara,” ujarnya. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *