Jamaludin Malik Dukung Pengembangan Hidrogen untuk Perkuat Industri dan SDM Nasional

Berita Golkar – Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi Partai Golkar Jamaludin Malik menyatakan dukungannya terhadap langkah pemerintah dalam mempercepat pengembangan ekosistem hidrogen nasional.

Menurutnya, pengembangan hidrogen tidak hanya menjadi bagian dari strategi transisi energi, tetapi juga harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk membangun penguasaan teknologi, memperkuat riset, dan menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mampu bersaing dalam industri energi masa depan.

Jamaludin menilai, pengembangan 93 proyek hidrogen dengan potensi investasi sekitar Rp 32 triliun merupakan peluang strategis untuk memperkuat industri nasional.

Karena itu, investasi yang masuk harus mampu menghasilkan alih teknologi, meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), memperkuat industri nasional, serta membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi tenaga kerja Indonesia.

“Kami mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo Subianto yang kemudian diimplementasikan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam mempercepat pengembangan ekosistem hidrogen nasional. Langkah ini harus menjadi momentum untuk membangun kemandirian teknologi, memperkuat inovasi, dan meningkatkan daya saing industri Indonesia di tengah perkembangan industri energi global,” kata Jamaludin Malik, Jumat (24/7/2026), dikutip dari RM.

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar mengembangkan industri hidrogen karena didukung sumber energi baru terbarukan (EBT) yang melimpah.

Potensi panas bumi di Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Utara, dan Lampung, serta tenaga air di Kalimantan Utara dan Sulawesi, dinilai dapat menjadi fondasi pengembangan ekosistem hidrogen nasional.

Ia menambahkan, pengembangan tersebut harus didukung penguatan riset, pendidikan vokasi, pembangunan infrastruktur, serta kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, BUMN, dan dunia usaha.

Jamaluddin menegaskan, Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar bagi teknologi hidrogen. Pengembangan sektor ini harus mampu mendorong lahirnya industri manufaktur dalam negeri, meningkatkan TKDN, memperkuat rantai pasok nasional, serta mencetak lebih banyak insinyur, peneliti, dan tenaga kerja yang memiliki kompetensi di sektor energi masa depan.

Dia memastikan, Komisi XII DPR RI akan terus mengawal pengembangan ekosistem hidrogen agar memberikan manfaat nyata bagi bangsa.

Keberhasilan pengembangan hidrogen, kata dia, tidak hanya diukur dari besarnya nilai investasi, tetapi juga dari kemampuan Indonesia menguasai teknologi, membangun industri nasional, meningkatkan kualitas SDM, dan menciptakan nilai tambah bagi perekonomian.

“Pengembangan hidrogen harus menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan Indonesia. Ketika teknologi, industri, dan sumber daya manusia tumbuh bersama, Indonesia tidak hanya akan memperkuat ketahanan energi, tetapi juga menjadi negara yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing di industri energi global,” tutup legislator asal Daerah Pemilihan Jawa Tengah II tersebut. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *