Gubernur Melki Laka Lena Optimis Kupang Lampion Food Street Market Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal

Berita Golkar – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena menyoroti peran penting Kupang Lampion Food Street Market (KLFSM) 2026 sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi lokal.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi NTT ini dinilai mampu menjadi wadah bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah tersebut.

Festival KLFSM 2026 ini bukan hanya sekadar ajang rekreasi, melainkan juga ruang kebersamaan yang memperkuat ikatan sosial masyarakat Kota Kupang. Melki Laka Lena menekankan bahwa semangat kolaborasi lintas komunitas yang terjalin dalam acara ini sangat vital.

Kolaborasi tersebut tidak hanya memperkuat harmoni sosial, tetapi juga secara efektif menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Dengan menghadirkan puluhan tenant UMKM, KLFSM 2026 diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi perekonomian daerah.

KLFSM 2026: Wadah UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Lokal

Gubernur Melki Laka Lena menyatakan kekagumannya terhadap jumlah partisipasi UMKM dalam KLFSM 2026. “Saya dengar tadi katanya ada sekitar 70 sampai 80 tenan UMKM yang dihadirkan di dalam festival ini,” ujarnya di Kupang, Jumat malam (6/3/2026), dikutip dari Merdeka.

Partisipasi masif ini menunjukkan potensi besar festival sebagai platform untuk mempromosikan produk-produk lokal. KLFSM 2026 diharapkan menjadi simbol harapan bagi pertumbuhan ekonomi lokal, membuka peluang usaha baru, dan memperkenalkan beragam kuliner khas daerah.

Melki juga menilai bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif positif yang layak untuk terus digalakkan pada tahun-tahun berikutnya. Kehadiran banyak UMKM menjadi indikator keberhasilan dalam mendukung sektor ekonomi kerakyatan, yang merupakan tulang punggung perekonomian daerah.

Melalui festival lampion ini, masyarakat dapat menikmati sajian kuliner yang beragam sekaligus mendukung keberlanjutan usaha para pelaku UMKM di Kupang. Ini adalah langkah konkret dalam memajukan ekonomi lokal NTT.

Harmoni Sosial dan Perayaan Budaya di Kupang

Kupang Lampion Food Street Market 2026 tercatat sebagai kegiatan pertama terbesar yang diselenggarakan oleh PSMTI Provinsi NTT. Sejak dibuka pukul 16.00 WITA, lokasi festival telah ramai dikunjungi masyarakat, dan semakin malam, keramaian semakin memuncak.

Atmosfer festival semakin meriah dengan hiasan lampion-lampion yang menerangi area kegiatan, menciptakan suasana yang hangat dan penuh kebersamaan. Gubernur Melki Laka Lena juga menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat NTT.

Festival ini menjadi bukti nyata bagaimana perbedaan dapat menyatu dalam sebuah perayaan yang indah dan produktif. Keberagaman budaya yang ditampilkan juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung, baik dari dalam maupun luar Kupang.

Antusiasme pengunjung, seperti Merry dari Oesapa Kota Kupang, menunjukkan bahwa festival ini disambut baik. “Ini Pertama kali di Kupang, lalu makanannya juga enak-enak. Ramai sekali,” ujarnya, berharap kegiatan serupa dapat terus diadakan di masa mendatang.

Ragam Atraksi dan Daya Tarik Festival

KLFSM 2026 tidak hanya menyajikan kuliner, tetapi juga berbagai atraksi menarik yang memeriahkan suasana. Kegiatan ini merupakan bagian dari puncak perayaan Imlek 2577 Cap Go Meh, menambah nilai budaya dan tradisi dalam festival.

Berbagai pertunjukan disuguhkan, antara lain Barongsai Show, Lion Naga Show, dan Oriental Music Show. Selain itu, terdapat juga Singing Competition, Fashion Show Anak & Remaja Busana Mandarin, Talk Show, serta DJ Performance.

Festival ini juga menampilkan penampilan budaya lintas etnis, yang semakin memperkaya khasanah budaya yang ada di NTT. Zona Food Market yang terbagi antara halal dan non-halal memastikan semua pengunjung dapat menikmati hidangan sesuai preferensi mereka.

Kehadiran beragam hiburan dan kuliner menjadikan KLFSM 2026 sebagai destinasi rekreasi pilihan bagi keluarga dan komunitas. Ini adalah perpaduan sempurna antara hiburan, budaya, dan dukungan terhadap ekonomi lokal. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *