Berita Golkar – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Wihaji, melakukan sosialisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi tiga kelompok sasaran utama yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita atau yang dikenal dengan program MBG 3B di Kota Pontianak kepada Tim Pendamping Keluarga dan masyarakat.
Kegiatan ini merupakan rangkaian dari agenda Komsolidasi Program Bangga Kencana bersama Tim Pendamping Keluarga yang diadakan oleh Kementrian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Kalimantan Barat di Aula PMI Provinsi Kalbar pada Sabtu (7/3/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Wihaji menegaskan bahwa Tim Pendamping Keluarga (TPK) memiliki peran penting dalam memastikan penyaluran bantuan gizi dapat diterima langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.
“Tugas baru dari Pak Presiden yang ditugaskan kepada kita, Tim Pendamping Keluarga di seluruh Indonesia, salah satunya di Pontianak, untuk mendistribusikan MBG kepada ibu hamil, ibu menyusui dan balita,” ujar Wihaji kepada para awak media saaat sesi wawancara, dikutip dari RRI.
Ia mengatakan, program tersebut telah berjalan di sejumlah daerah dengan dukungan pemerintah daerah serta para kader di lapangan. Pemerintah memastikan program yang sudah berjalan tetap berlanjut dan terus dikawal agar tepat sasaran.
Selain menyalurkan bantuan, kementerian juga melakukan sosialisasi terkait perubahan kelembagaan dari sebelumnya berbentuk badan menjadi kementerian. Perubahan tersebut dinilai memerlukan penyesuaian pola pikir serta perilaku para pendamping keluarga di lapangan.
“Karena orang Indonesia sekarang suka contoh. Karena itu saya minta teman-teman Tim Pendamping Keluarga memberikan contoh yang baik,” ungkapnya.
Wihaji juga mengakui bahwa distribusi bantuan di sejumlah wilayah Indonesia masih menghadapi tantangan, terutama di daerah yang memiliki kondisi geografis sulit dijangkau. Untuk itu, pemerintah tengah menyiapkan berbagai solusi guna mempermudah penyaluran bantuan transportasi serta mendekatkan titik pelayanan agar distribusi bantuan gizi dapat lebih mudah menjangkau masyarakat.
“Insya Allah nanti juga akan ada bantuan motor untuk membantu distribusi di lapangan, doakan saja. Ini bagian dari negara hadir supaya dalam pendistribusian bisa lebih terbantu,” tutur Wahaji menjawab pertanyaan wartawan.
Ia berharap melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta para Tim Pendamping Keluarga, program MBG 3B dapat berjalan optimal dalam meningkatkan pemenuhan gizi ibu dan anak serta mendukung percepatan penurunan stunting di berbagai daerah. []



