Mengenal 5 Ketua DPD I Partai Golkar se-Sumatera Bagian Utara: Dari Kaderisasi hingga Kepemimpinan Daerah

Berita GolkarKeberhasilan Partai Golkar mempertahankan eksistensinya sebagai salah satu kekuatan politik nasional tidak dapat dilepaskan dari peran para pemimpin di daerah. Di kawasan Sumatera Bagian Utara, kepemimpinan DPD I Partai Golkar berada di tangan figur-figur yang lahir dari proses kaderisasi panjang, ditempa melalui pengalaman di legislatif, eksekutif, organisasi kemasyarakatan, hingga kepemimpinan partai.

Rekam jejak tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat konsolidasi internal sekaligus menjaga daya saing Partai Golkar di masing-masing provinsi.

Lima provinsi di kawasan Sumatera Bagian Utara yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau kini dipimpin oleh tokoh-tokoh dengan latar belakang dan pengalaman kepemimpinan yang beragam. Mulai dari Salim Fakhry di Aceh, Andar Amin Harahap di Sumatera Utara, Khairunas di Sumatera Barat, Yulisman di Riau, hingga Ade Angga di Kepulauan Riau.

Meski menempuh perjalanan politik yang berbeda, kelimanya memiliki benang merah yang sama, yakni tumbuh sebagai kader Partai Golkar, mengedepankan konsolidasi organisasi, serta berkomitmen memperkuat posisi Partai Golkar sebagai kekuatan politik yang dekat dengan masyarakat dan siap menghadapi berbagai agenda politik di masa mendatang.

Salim Fakhry, Ketua DPD I Partai Golkar Aceh

Muhammad Salim Fakhry merupakan kader senior Partai Golkar yang memiliki rekam jejak panjang di dunia politik, mulai dari DPRK Aceh Tenggara, DPR RI selama dua periode (2014–2019 dan 2019–2024), hingga dipercaya menjabat Bupati Aceh Tenggara periode 2025–2030. Di internal partai, kiprahnya terus menanjak setelah terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Aceh Tenggara pada 2020. Pengalaman memimpin di tingkat daerah, legislatif, dan pemerintahan menjadikannya salah satu figur sentral Golkar di Sumatera bagian utara.

Selain dikenal sebagai politisi yang matang di jalur legislatif dan pemerintahan, Salim Fakhry juga dibesarkan melalui proses kaderisasi organisasi kepemudaan Partai Golkar. Ia aktif di AMPI, KNPI, Kosgoro, hingga berbagai organisasi kemasyarakatan di Aceh Tenggara. Perjalanan politik yang ditempuh dari tingkat daerah hingga nasional tersebut membentuk karakter kepemimpinannya yang mengedepankan loyalitas, konsolidasi, dan kedekatan dengan masyarakat. Pengalaman panjang itu menjadi modal penting dalam mengonsolidasikan Partai Golkar Aceh sekaligus memperkuat posisi partai di tingkat regional maupun nasional.

Puncak karier kepartaian Salim Fakhry terjadi pada Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Aceh tahun 2025, ketika ia terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Aceh. Usai terpilih, ia menegaskan bahwa prioritas kepemimpinannya adalah memperkuat konsolidasi organisasi, mempererat soliditas kader, serta menyiapkan mesin partai untuk menghadapi agenda politik mendatang. Kepemimpinannya diharapkan mampu melanjutkan sekaligus meningkatkan capaian elektoral Partai Golkar di Aceh.

Andar Amin Harahap, Ketua DPD I Partai Golkar Sumatera Utara

Tidak banyak kader Partai Golkar yang memiliki pengalaman kepemimpinan selengkap Andar Amin Harahap. Berawal dari karier di birokrasi, ia kemudian dipercaya memimpin Kota Padangsidimpuan sebagai Wali Kota periode 2013–2018, melanjutkan pengabdian sebagai Bupati Padang Lawas Utara periode 2018–2023, hingga akhirnya mengemban amanah sebagai Anggota DPR RI periode 2024–2029 dari Daerah Pemilihan Sumatera Utara II. Di parlemen, ia bertugas di Komisi II DPR RI yang membidangi pemerintahan dalam negeri, pertanahan, dan reformasi birokrasi. Rekam jejak tersebut menjadikannya salah satu figur yang matang dalam memadukan pengalaman pemerintahan, politik, dan organisasi.

Di internal Partai Golkar, Andar dikenal sebagai kader yang tumbuh melalui proses organisasi dan kepemimpinan di daerah. Sebelum memimpin Golkar Sumatera Utara, ia menjabat Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Padang Lawas Utara dan dinilai berhasil membangun soliditas organisasi hingga tingkat akar rumput. Latar belakang sebagai alumnus IPDN, pengalaman memimpin dua daerah, serta kiprahnya di DPR RI menjadi modal penting dalam menjembatani kepentingan daerah dengan kebijakan nasional sekaligus memperkuat konsolidasi partai di Sumatera Utara.

Puncak perjalanan kepartaian Andar terjadi pada Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sumatera Utara tahun 2026, saat ia terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sumatera Utara periode 2025–2030. Keterpilihannya didukung mayoritas mutlak pemilik suara setelah mengantongi dukungan 30 dari 33 DPD II kabupaten/kota. Usai dipercaya memimpin, Andar menegaskan komitmennya untuk memperkuat konsolidasi organisasi, merangkul seluruh kader, serta menyiapkan mesin partai menghadapi agenda politik mendatang demi menjaga dan meningkatkan kekuatan elektoral Partai Golkar di Sumatera Utara.

Khairunas, Ketua DPD I Partai Golkar Sumatera Barat

Tidak banyak kader Partai Golkar di Sumatera Barat yang memiliki rekam jejak kepemimpinan sepanjang Khairunas. Mengawali karier politik sebagai Anggota DPRD Kabupaten Solok pada 1999, ia kemudian dipercaya memimpin DPRD Solok Selatan selama tiga periode berturut-turut setelah daerah tersebut dimekarkan. Kiprahnya terus berkembang hingga menjadi Anggota DPRD Sumatera Barat, sebelum akhirnya dipercaya masyarakat memimpin Solok Selatan sebagai bupati selama dua periode, 2021–2030. Di internal Partai Golkar, Khairunas juga menapaki jenjang kepemimpinan secara konsisten, dari Ketua DPD II Golkar Solok Selatan, Ketua Harian DPD I Golkar Sumatera Barat, hingga dipercaya memimpin DPD I Partai Golkar Sumatera Barat sejak 2020.

Pengalaman panjang di legislatif, eksekutif, dan organisasi menjadikan Khairunas sebagai salah satu figur sentral Golkar di Ranah Minang. Kepemimpinannya dikenal lahir dari proses kaderisasi yang panjang serta kedekatan dengan masyarakat. Perjalanan politiknya pun tidak selalu mulus. Setelah dua kali gagal dalam kontestasi Pilkada Solok Selatan, ia tetap memilih bertahan dan terus membangun kepercayaan publik hingga akhirnya memenangkan Pilkada 2020. Kepercayaan tersebut kembali ditegaskan masyarakat pada Pilkada 2024 ketika pasangan Khairunas–Yulian Efi kembali meraih kemenangan dengan 45.326 suara atau 55,14 persen suara sah.

Sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sumatera Barat, Khairunas membawa pengalaman memimpin pemerintahan daerah sekaligus mengelola organisasi partai. Kombinasi pengalaman sebagai legislator, kepala daerah, dan pemimpin partai menjadikannya sosok yang mampu memperkuat konsolidasi kader serta menjaga soliditas Partai Golkar di Sumatera Barat. Di bawah kepemimpinannya, Golkar Sumatera Barat terus diarahkan untuk memperkuat basis organisasi sekaligus meningkatkan daya saing partai dalam menghadapi berbagai agenda politik di tingkat daerah maupun nasional.

Yulisman, Ketua DPD I Partai Golkar Riau

Perjalanan politik Yulisman dibangun melalui proses panjang yang nyaris mencakup seluruh jenjang kepemimpinan. Berawal dari dunia birokrasi dan aktivisme kampus, ia kemudian dipercaya menjadi Ketua DPRD Provinsi Riau periode 2019–2024, sebelum melangkah ke Senayan sebagai Anggota DPR RI periode 2024–2029 dari Daerah Pemilihan Riau II. Di parlemen, ia bertugas di Komisi XII DPR RI yang membidangi energi, sumber daya mineral, lingkungan hidup, dan investasi. Rekam jejak tersebut mengantarkannya menjadi salah satu figur sentral Partai Golkar yang kini dipercaya memimpin DPD I Partai Golkar Provinsi Riau.

Di internal Partai Golkar, Yulisman dikenal sebagai kader yang tumbuh melalui proses organisasi dan memiliki pengalaman panjang dalam membina kader. Selain pernah menjabat Ketua Dewan Penasehat DPD AMPI Riau, ia juga aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan, termasuk memimpin Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Provinsi Riau. Latar belakang sebagai aktivis mahasiswa, legislator daerah, hingga pimpinan DPRD Provinsi Riau membentuk karakter kepemimpinannya yang mengedepankan konsolidasi, kedekatan dengan masyarakat, serta penguatan organisasi hingga ke tingkat akar rumput.

Puncak perjalanan kepartaian Yulisman terjadi pada Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Riau tahun 2025 ketika ia terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Riau periode 2025–2030. Usai dipercaya memimpin, ia langsung menggerakkan konsolidasi organisasi melalui pembentukan kepengurusan baru, pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda), serta Musda DPD II di seluruh kabupaten dan kota. Yulisman menegaskan komitmennya untuk memperkuat soliditas kader dan mengembalikan Partai Golkar sebagai kekuatan politik utama sekaligus pemenang Pemilu di Provinsi Riau.

Ade Angga, Ketua DPD I Partai Golkar Kepulauan Riau

Perjalanan politik Ade Angga ditempa melalui proses kaderisasi yang panjang, dimulai dari aktivisme kampus hingga dipercaya memimpin Partai Golkar di tingkat provinsi. Berawal sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Riau dan Presiden BEM Universitas Riau, ia kemudian menapaki karier politik sebagai Wakil Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang selama tiga periode. Rekam jejak kepemimpinan di organisasi, legislatif, dan partai mengantarkannya menjadi salah satu figur muda paling berpengaruh di Partai Golkar Kepulauan Riau.

Di internal Partai Golkar, Ade Angga dikenal sebagai kader yang tumbuh dari bawah dan meniti hampir seluruh jenjang kepemimpinan organisasi. Ia pernah menjabat Ketua DPD II Partai Golkar Kota Tanjungpinang selama dua periode, mengemban berbagai posisi strategis di DPD I Golkar Kepulauan Riau, hingga dipercaya memimpin organisasi sayap dan lembaga kader partai. Selain aktif membangun struktur organisasi, Ade Angga juga memiliki pengalaman mengorkestrasi kemenangan sejumlah pasangan calon kepala daerah di Kepulauan Riau, memperkuat reputasinya sebagai organisator dan konsolidator politik.

Puncak perjalanan kepartaian Ade Angga terjadi pada Musyawarah Daerah (Musda) V Partai Golkar Kepulauan Riau tahun 2026 ketika ia terpilih sebagai calon tunggal dan resmi dipercaya menjadi Ketua DPD I Partai Golkar Kepulauan Riau periode 2025–2030. Amanah tersebut menandai lahirnya babak baru kepemimpinan Golkar di Kepri yang menitikberatkan pada regenerasi, penguatan soliditas kader, serta konsolidasi organisasi untuk menghadapi agenda politik mendatang. Dengan bekal pengalaman di organisasi, legislatif, dan kepartaian, Ade Angga diharapkan mampu membawa Partai Golkar Kepulauan Riau semakin kuat dan kompetitif di tingkat daerah maupun nasional.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *