Bupati Yuli Hastuti Bongkar Kunci Kemajuan Purworejo: Dimulai dari Tata Kelola Desa

Berita Golkar – Bupati Purworejo Yuli Hastuti menegaskan kemajuan Kabupaten Purworejo sangat ditentukan oleh tata kelola pemerintahan desa yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) VIII Paguyuban Kepala Desa dan Perangkat Desa Kabupaten Purworejo (Polosoro) di Ganeca Convention Hall, Kamis, 23 Juli 2026.

Forum tiga tahunan itu pun menjadi ajang evaluasi kepengurusan, penyusunan program kerja, serta pemilihan Ketua Umum Polosoro periode 2026–2029. Musda VIII mengerucutkan tiga kandidat Ketua Umum Polosoro periode 2026–2029, yakni Andi Prasetiawan, Hery Dwidoyo, dan Juminatun.

Menurut Bupati, penguatan kapasitas kepala desa dan perangkat desa dinilai menjadi kunci dalam mendukung pembangunan daerah. Ia berharap forum tersebut melahirkan kepemimpinan yang amanah dan profesional sehingga Polosoro semakin kuat sebagai mitra pemerintah dalam mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan sejahtera.

Ia menegaskan, kepala desa dan perangkat desa merupakan ujung tombak penyelenggaraan pemerintahan karena berhadapan langsung dengan masyarakat. Peran tersebut menjadikan desa sebagai fondasi utama keberhasilan pembangunan di Kabupaten Purworejo.

“Kepala desa dan perangkat desa merupakan ujung tombak penyelenggaraan pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat. Kemajuan Kabupaten Purworejo sangat ditentukan oleh tata kelola pemerintahan desa yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik,” kata Bupati, dikutip dari RRI.

Yuli berharap Polosoro terus menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Purworejo dalam meningkatkan kapasitas aparatur desa. Sinergi tersebut dinilai penting untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan pelayanan publik yang semakin berkualitas.

Ketua Panitia Musda VIII, Dwinanto, mengatakan forum tersebut merupakan agenda organisasi yang dilaksanakan setiap tiga tahun sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Selain menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengurus, Musda juga menjadi ruang menyusun program kerja dan memilih ketua umum yang baru.

“Musda VIII merupakan agenda organisasi sesuai AD/ART yang dilaksanakan setiap tiga tahun. Selain menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengurus, forum ini juga menjadi ruang untuk menyusun program kerja dan memilih ketua umum yang baru,” ujarnya.

Mengusung tema Polosoro Kuat, Purworejo Hebat: Desa Bersatu, Indonesia Maju, Dwinanto menilai organisasi yang solid menjadi modal utama menghadapi berbagai tantangan pemerintahan desa. Tantangan tersebut meliputi adaptasi regulasi baru, pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD), hingga tata kelola keuangan desa yang semakin akuntabel.

Ketua Umum Polosoro periode 2023–2026, Suwarto, mengatakan organisasi selama ini berperan sebagai jembatan komunikasi antara kepala desa, perangkat desa, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat. Ia juga memastikan tidak kembali mencalonkan diri karena telah menyelesaikan dua periode masa jabatan sesuai ketentuan AD/ART.

“Perbedaan pilihan adalah hal yang wajar dalam organisasi. Namun persaudaraan harus tetap menjadi yang utama. Siapapun yang nantinya terpilih sebagai Ketua Umum Polosoro periode 2026–2029 merupakan pilihan bersama yang harus kita dukung,” ujar Suwarto. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *