Dari Bali hingga Maluku Utara, Profil Lima Ketua DPD I Partai Golkar Indonesia Timur

Berita GolkarDinamika politik di kawasan Indonesia Timur tidak dapat dilepaskan dari peran Partai Golkar yang terus melakukan regenerasi kepemimpinan sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi hingga ke tingkat daerah. Di balik kiprah partai berlambang pohon beringin itu, berdiri sejumlah tokoh dengan latar belakang yang beragam, mulai dari pengusaha, birokrat, kepala daerah, aktivis, hingga legislator yang membawa pengalaman dan perspektif berbeda dalam membangun partai sekaligus mengawal pembangunan di wilayahnya masing-masing.

Profil lima Ketua DPD I Partai Golkar di Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Maluku Utara ini menggambarkan perjalanan panjang para pemimpin daerah yang ditempa oleh pengalaman, dedikasi, dan rekam jejak kepemimpinan di berbagai bidang. Dari Gde Sumarjaya Linggih, Mohan Roliskana, Fransiskus Xaverius Alain Niti Susanto, Umar Ali Lessy, hingga Alien Mus, masing-masing menghadirkan karakter kepemimpinan yang berbeda, namun memiliki tujuan yang sama, yakni memperkuat soliditas Partai Golkar sekaligus mendorong kemajuan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan Indonesia Timur.

Gde Sumarjaya Linggih, Ketua DPD I Partai Golkar Bali

Berangkat dari dunia usaha hingga menjadi salah satu wajah senior Partai Golkar di Senayan, Gde Sumarjaya Linggih berhasil membangun reputasi sebagai politikus yang memadukan pengalaman bisnis dengan kiprah panjang di parlemen. Pria kelahiran Buleleng, Bali, 22 Oktober 1965 yang akrab disapa Demer ini mengembangkan bisnis keluarga melalui Grup Ganeca Prima di berbagai sektor, termasuk properti dan industri minuman, serta mendirikan UD Banyu Sakti yang memproduksi wine merek Indico. Di dunia usaha, ia juga pernah menjabat Direktur Umum PT Ganeca Prima, Direktur Utama PT Metafora, dan Komisaris Utama PT Metafora Internasional. Kiprahnya di kalangan pelaku usaha turut mengantarkannya memimpin Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali periode 2010–2015.

Kiprah politik Demer dimulai saat terpilih menjadi anggota DPR RI dari Partai Golkar pada Pemilu 2004 dan terus berlanjut hingga beberapa periode berikutnya mewakili Daerah Pemilihan Bali. Ia dikenal sebagai legislator senior yang mayoritas bertugas di Komisi VI DPR RI dengan ruang lingkup perdagangan, perindustrian, investasi, koperasi, UMKM, BUMN, dan standardisasi nasional, meski sempat mendapat penugasan di Komisi IX pada 2015. Di internal Partai Golkar, ia pernah menjabat Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Bali, NTB, dan NTT, serta kini dipercaya memimpin DPD I Partai Golkar Provinsi Bali.

Mohan Roliskana, Ketua DPD I Partai Golkar NTB

Mengawali karier sebagai aparatur sipil negara (ASN), H. Mohan Roliskana berhasil menapaki jenjang kepemimpinan hingga menjadi salah satu kepala daerah dan tokoh politik paling berpengaruh di Nusa Tenggara Barat. Pria kelahiran Mataram, 16 November 1972 ini kini menjabat sebagai Wali Kota Mataram untuk periode kedua (2025–2030) sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Provinsi NTB. Putra mantan Wali Kota Mataram H. Moh. Ruslan tersebut memiliki pengalaman panjang di pemerintahan setelah dua periode menjabat sebagai Wakil Wali Kota Mataram (2010–2015 dan 2016–2021), sebelum memimpin Kota Mataram sejak 2021 dan kembali memenangkan Pilkada 2024 bersama Mujiburrahman dengan raihan 112.946 suara atau 56,65 persen suara sah.

Konsistensinya membangun kepemimpinan di birokrasi, pemerintahan, dan partai politik menjadikan Mohan Roliskana sebagai salah satu figur sentral Golkar di NTB. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta ini kemudian menyelesaikan pendidikan Magister dan Doktor Ilmu Hukum di Universitas Mataram. Selain memimpin Partai Golkar NTB sejak 2021, ia juga aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan dan olahraga, seperti PSSI NTB, KONI Kota Mataram, dan PMI Kota Mataram, yang semakin memperkuat kiprahnya sebagai pemimpin daerah dengan pengalaman organisasi yang luas.

Alain Niti Susanto, Ketua DPD I Partai Golkar NTT

Berbekal pengalaman panjang sebagai pengusaha, Fransiskus Xaverius Alain Niti Susanto kini mengemban amanah memimpin Partai Golkar di Nusa Tenggara Timur (NTT). Alain resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Provinsi NTT periode 2025–2030 dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI Golkar NTT pada 7 Desember 2025. Ia menggantikan Emanuel Melkiades Laka Lena yang mendapat penugasan sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Bidang Pemenangan Pemilu Indonesia Timur. Sebelum dipercaya memimpin Golkar NTT, Alain dikenal aktif sebagai Ketua Kosgoro NTT dan Bendahara Umum DPD Partai Golkar NTT.

Selain dikenal sebagai tokoh politik, Alain juga memiliki rekam jejak kuat di dunia usaha dan pembangunan ekonomi daerah. Pengusaha asal NTT ini membangun jejaring bisnis yang luas sebelum terjun lebih dalam ke politik, sekaligus aktif mendorong penguatan ekonomi lokal. Kepemimpinannya di Partai Golkar NTT diharapkan mampu memperkuat konsolidasi partai sekaligus mendorong transformasi ekonomi daerah, sejalan dengan tantangan besar yang dihadapi NTT, termasuk peningkatan daya saing produk lokal dan pengurangan defisit perdagangan antardaerah.

Umar Ali Lessy, Ketua DPD I Partai Golkar Maluku

Ditempa oleh kehidupan sederhana sejak kecil, Umar Ali Lessy tumbuh menjadi figur yang memadukan pengalaman organisasi, pemerintahan, dan politik dalam satu perjalanan kepemimpinan. Pria kelahiran Rohomoni, Maluku, ini menghabiskan masa kecilnya di Poka, Ambon, di mana ia terbiasa bekerja sejak usia dini sebelum menempuh pendidikan hingga meraih gelar Magister Manajemen. Berbekal pengalaman sebagai mantan wartawan dan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang pernah menjabat Ketua Umum HMI Cabang Ambon, Umar kemudian dipercaya mengemban berbagai posisi strategis di tingkat nasional, termasuk sebagai Tenaga Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bidang Administrasi Negara dan Good Governance.

Kiprah politik Umar Ali Lessy mencapai babak baru ketika ia terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Maluku periode 2025–2030 dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Maluku. Kepemimpinannya diharapkan mampu memperkuat konsolidasi partai hingga ke seluruh wilayah Maluku. Selain aktif di Partai Golkar, Umar juga dikenal konsisten mendorong lahirnya generasi pemimpin yang berintegritas melalui berbagai forum kepemudaan dan kebangsaan, dengan menekankan pentingnya kemandirian ekonomi, pengelolaan sumber daya alam untuk kemakmuran rakyat, serta kesiapan generasi muda menyongsong Indonesia Emas 2045.

Alien Mus, Ketua DPD I Partai Golkar Maluku Utara

Mengawali kiprah politik dari tingkat daerah, Alien Mus menjelma menjadi salah satu politisi perempuan Partai Golkar yang berpengaruh di Maluku Utara. Lahir pada 8 Agustus 1987, ia membangun karier politiknya melalui berbagai posisi strategis, mulai dari Ketua Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Provinsi Maluku Utara, Ketua DPRD Provinsi Maluku Utara periode 2014–2019, Ketua DPD Partai Golkar Kota Ternate, hingga dipercaya memimpin DPD Partai Golkar Provinsi Maluku Utara. Sejak 2019, Alien mewakili Daerah Pemilihan Maluku Utara sebagai anggota DPR RI dan pada periode 2024–2029 bertugas di Komisi IV DPR RI yang membidangi pertanian, kehutanan, kelautan, dan perikanan.

Kepercayaan Partai Golkar terhadap kepemimpinan Alien Mus kembali ditegaskan saat ia ditunjuk memimpin DPD Partai Golkar Provinsi Maluku Utara untuk periode 2026–2031 dalam Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Golkar. Lulusan Universitas Al Azhar Indonesia ini dikenal sebagai bagian dari keluarga yang memiliki rekam jejak panjang dalam pemerintahan dan politik di Maluku Utara. Di bawah kepemimpinannya, Alien diharapkan mampu memperkuat konsolidasi Partai Golkar sekaligus meningkatkan kontribusi partai dalam pembangunan daerah dan memperjuangkan aspirasi masyarakat Maluku Utara di tingkat nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *