Gempa NTT Rusak 166 Puskesmas, Ravindra Airlangga Minta Faskes Segera Dipulihkan

Berita Golkar Komisi IX DPR RI mendukung percepatan pemulihan fasilitas kesehatan (faskes) pasca-gempa Nusa Tenggara Timur (NTT).

Anggota Komisi IX DPR Ravindra Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, mengatakan pihaknya berusaha memastikan agar penanganan medis di wilayah terdampak gempa bumi dapat berjalan optimal.

Saat ini kondisi terkini RSUD Ruteng mengalami kerusakan fisik hingga 75 persen akibat gempa bumi. Selain itu, berdasarkan data Dinas Kesehatan Pemerintah provinsi NTT, sebanyak 166 puskesmas terdampak gempa dengan 46 puskesmas kondisi rusak berat.

Di sisi lain, Tim Kementerian Pekerjaan Umum juga mengidentifikasi 12 rumah sakit terdampak telah diidentifikasi mengalami rusak berat.

“Komisi IX berupaya untuk memastikan penanganan medis oleh tim Kemenkes RI dan rencana pemulihan fasilitas kesehatan penyangga dapat berjalan optimal,” ujar Ravindra, dikutip dari AntaraNews.

Komisi IX yang membidangi kesehatan, ketenagakerjaan, dan jaminan sosial juga mengunjungi sejumlah posko guna mendapatkan informasi dan saran, sekaligus menyalurkan bahan pangan.

Ravindra berharap apa yang dilakukan jajaran Komisi IX dapat meringankan beban masyarakat terdampak.

Lebih lanjut, ia meminta Kementerian Kesehatan menyiapkan ruang fiskal 2027 yang memadai untuk memastikan perbaikan fasilitas kesehatan penyangga di NTT dapat optimal, sebagai tindaklanjut rapat Komisi IX dengan Kemenkes pada 27 Agustus 2026 lalu.

“Kementerian Kesehatan dalam perencanaan fiskal TA (Tahun Anggaran) 2027, harus mengupayakan adanya ruang fiskal yang memadai untuk memastikan fasilitas kesehatan penunjang di wilayah terdampak bencana dapat dipulihkan,” kata Ravindra menegaskan.

Komisi IX juga meminta Kemenkes memastikan titik pengungsian memiliki fasilitas penunjang, seperti penampungan air, MCK, dan sanitasi yang memadai, mengingat Komisi IX mendapati ada beberapa kasus diare pada anak-anak di titik-titik pengungsian di Kabupaten Manggarai.

Diketahui, ada 14 titik pengungsi dengan total 50.556 warga di Kabupaten Manggarai dari jumlah total pengungsi di Flores yang mencapai 179.037 warga di 444 titik pengungsian per 26 Agustus 2026.

Kunjungan kerja dan penyaluran bantuan ke wilayah terdampak bencana gempa bumi itu difokuskan di Rumah Sakit Lapangan Ruteng di Kabupaten Manggarai. []