10 Agustus 2019

Berita Golkar - Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Baros pada Kamis, 8 Agustus 2019 siang. Sidak menindaklanjuti adanya keluhan masyarakat terkait tariff pelayanan puskesmas tersebut, saat acara peletakan batu pertama perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) di Desa Sukaindah, Kecamatan Baros.

Baca Juga: Harga Terus Meroket, Ratu Tatu Ajak Masyarakat Tanam Cabai Di Rumah

Turun dari mobil dinasnya, Tatu langsung menuju ruang tunggu warga langsung berdialog dengan warga terkait nomor antrian dan tariff yang dikenaka pasien. Tatu juga menanyakan keberadaan dokter Puskesmas yang sudah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) tersebut, karena Kepala Puskesmas Baros dr Diah Syahbar maish berada dilokasi peletakan batu pertama pembanguan RTLH. Tak berselang lama, dr Diah Syahbar tiba dan langsung menghampiri orang nomor satu di Kabupaten Serang tersebut.

Kunjungan mendadak ke Puskesmas Baros Tatu dalam rangka menindaklanjuti aspirasi masyarakat yang mengeluhkan perihal tarif di Puskesmas Baros. Kemudian Tatu juga mendapatkan aspirasi dari manajemen Puskesmas Baros yang membutuhkan ruangan refresentatif, terutama di IGD dan ruang bersalin.

Tatu menjelaskan, beberapa puskesmas di Kabupaten Serang sudah menjadi BLUD, sehingga bisa mengelola keuangan secara mandiri. Namun, saat ini masih berlaku Perda Nomor 1 Tahun 2011 yang mengatur tentang retribusi di puskesmas.

"Misalnya biaya untuk daftar itu Rp 5 ribu. Kemudian saat ditangani dokter kena charge Rp10 ribu. Itu sesuai Perda, dan ini dikeluhkan masyarakat. Nanti kita lihat lagi bersama DPRD, mungkin harus ada revisi agar senafas dengan BLUD. Nanti kita rembukkan dengan Dewan,” ujar Tatu.

Tatu meninjau beberapa ruangan hingga ke sejumlah lahan kosong, dan mendapat permohonan penambahan ruangan dari Kepala Puskesmas Baros. Tatu langsung memanggil Kepala Kepala Dinas Perumahan Kawasan Perumahan dan Tata Bangunan (DPKPTB) Kabupaten Serang Irawan Noor.

“Saya lihat memang IGD kekecilan, ruang bersalin juga. Nanti ditangani DPKPTB, biar jelas tahapan pembangunannya,” ujarnya.

Irawan menyatakan siap melakukan kajian terkait kondisi sejumlah gedung di Puskesmas Baros. “Puskesmas memang punya beban terkait fungsi layanan. Harus di-back up juga dengan kondisi bangunan yang memadai. Apalagi beban Puskesmas Baros juga ada dari warga Pandeglang karena daerah perbatasan. Kalau lahan masih ada, kita coba misalnya ruang persalinan, bisa ditambah,” ujarnya. [inilahbanten]

fokus berita : #Ratu Tatu Chasanah


Kategori Berita Golkar Lainnya