31 Agustus 2019

Berita Golkar - Forum Intelektual Muda Karanganyar bersama IPNU menggelar Deklarasi Kebangsaan Anti Radikalisme yang diselenggarakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (29/08/2019). Sementara bupati Karanganyar meminta generasi muda memperbanyak literasi dan tidak belajar agama dari media sosial.

Dalam laporan kepanitiaan, Nuhayati Eka Saputri menyampaikan acara yang mengusung tema “Upaya Pelajar Karanganyar memahamkan Pancasila melawan Radikalisme”, kegiatan ini diikuti oleh pelajar SMK/SMA/MA/MAK di Kabupaten Karanganyar. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan patriotisme untuk Indonesia.

Narasumber dalam kegiatan ini Bupati Karanganyar, Komandan Kodim 0727 Karanganyar Letkol Inf Andi Amin Latama, Kapolres Karanganyar AKBP Catur Gatot Efendi serta Moh. Adib Amrullah seorang Penulis dan Founder of Benawa Sekar Academia Indonesia dari Tuban, Jawa Timur.

Tak hanya itu, seluruh panitia juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh peseta yang hadir.

“Kami seluruh panitia mengucapkan banyak terima kasih dan selamat datang kepada seluruh peserta yang hadir untuk mengikuti kegiatan dialog kebangsaan ini,” ujarnya.

Dalam penyampaian materi, Moh. Adib Amrullah mengatakan Indonesia harus berpegang teguh pada pancasila dan menghargai umat beragama agar dapat mencegah adanya radikalisme.

Komandan Kodim 0727 Karanganyar menyampaikan tentang analisis sejarah penting untuk memahami pancasila. “Pancasila adalah benteng untuk melawan radikalisme,” Ujarnya.

Tak hanya Moh Adib dan Letkol Inf Andi Amin, namun Kapolres Karanganyar juga turut memberikan materi kepada peserta mengenai apa itu radikalisme dan upaya pencegahan radikalisme.

Dalam sambutan dan pengarahan, Bupati Karanganyar menyampaikan generasi muda adalah tumpuan masa depan. Pelajar karanganyar harus mulai meningkatkan literasi dan membaca.

“Jangan belajar agama di medsos, karena tidak ada gurunya sehingga jadi menyesatkan. Oleh karena itu belajarlah agama dengan baik kepada yang ahlinya seperti ulama, kyai maupun yang lain”, ujarnya.

Beliau juga menyampaikan bahwa Islam itu melindungi siapa saja, toleransi dan menghormati.

“Semoga semua menjadi generasi hebat di masa depan, jadilah pelajar yang berfikir baik. Generasi yang cerdas adalah generasi yang imannya kuat dan memiliki ilmu yang kuat,” tambahnya.

Pemberian sertifikat dan cindera mata kepada narasumber sebagai penutup acara Deklarasi Kebangsaan Pelajar Anti Radikalisme. [joglosemarnews]

fokus berita : #Juliyatmono


Kategori Berita Golkar Lainnya