23 Oktober 2019

Berita Golkar - Perpindahan posisi Airlangga Hartarto dari menteri perindustrian ke menteri koordinator bidang perekonomian dinilai tepat untuk membenahi pelemahan sektor ekonomi dalam lima tahun ke depan. Bahkan, neraca perdagangan diyakini dapat berubah menjadi lebih sehat dengan penanganan yang tepat.

"Perubahan Pak Airlangga dari industri menjadi menko perekonomian merupakan suatu transisi yang mungkin positif," kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, di Aula Dhanapala Kemenkeu, Jakarta Pusat, Rabu, 23 Oktober 2019.

Wanita yang akrab disapa Ani ini menilai Airlangga cukup banyak mengenal tantangan yang dihadapi di sektor manufaktur. Terobosan peningkatan bahkan telah dilakukan Ketua Umum Golkar itu dengan menginisiasi peta jalan industri 4.0 dengan mendorong terwujudnya kebijakan insentif fiskal bagi pelaku industri.

Baca Juga: Jadi Menko Perekonomian, Ini Sederet Tugas Berat Airlangga Hartarto

"Beliau sudah tahu cukup banyak mengenai tantangan di sektor industri manufaktur yang merupakan salah satu kunci di dalam menyelesaikan atau menjawab persoalan yang berhubungan dengan CAD dan bahkan defisit transaksi perdagangan," ungkap Ani.

Upaya mengurangi defisit neraca perdagangan tak bisa hanya dilakukan satu Kementerian Perindustrian. Diperlukan sinergi kementerian lain di bidang ekonomi dan dikoordinasikan melalui tokoh yang paham strategi.

"Penekanan Bapak Presiden di berbagai kesempatan tetap fokus bagaimana mengurangi CAD itu, berarti kita membutuhkan kebijakan dari sisi sektor manufaktur maupun perdagangan dan bahkan sektor pertanian dan perikanan serta energi," tuturnya.

Baca Juga: Tugas Berat Agus Gumiwang Dorong Industri Berbasis Manufaktur

Tak hanya Airlangga, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi yang dijabat Luhut Binsar Pandjaitan juga dinilai positif. Luhut dinilai bisa mudah saling berkoordinasi dengan Airlangga lantaran sesama kolega di partai politik dalam merealisasikan target peningkatan investasi dan ekspor.

"Pak Airlangga dan Pak Luhut dua-duanya berasal dari partai yang sama sudah saling kenal jadi saya rasa itu juga akan membuka hal yang baik untuk investasi. Juga karena ini merupakan salah satu kunci kita untuk menjaga domestik demand pada saat global firm melemah, maka kuncinya adalah di investasi dan ekspor," pungkas Ani. {www.medcom.id}

fokus berita : #Airlangga Hartarto #Sri Mulyani


Kategori Berita Golkar Lainnya