06 Desember 2019

Berita Golkar - Munas X Golkar di Jakarta, resmi secara aklamasi memilih Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum periode 2019-2024. Bahkan, Airlangga sebagai formatur tunggal diberikan tugas untuk menyusun kepengurusan periode mendatang.

Informasi yang dihimpun Tribun Bali menyebutkan, empat kader Golkar dari Bali berpeluang besar masuk ke kabinet Airlangga. Mereka di antaranya ialah Gde Sumarjaya Linggih alias Demer, Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra, Dewa Made Widiasa Nida, dan Wayan Geredeg.

Saat disinggung mengenai kebenaran kabar tersebut, Plt Ketua Golkar Bali, Gde Sumarjaya Linggih alias Demer mengaku, akan membahas lebih lanjut di Bali sepulang Munas. "Nanti kita akan rapatkan di Bali siapa-siapa teman yang mau ke DPP," kata Demer, Kamis (5/12/2019).

Baca Juga: Tingkatkan Posisi Tawar, Demer Gemakan Perjuangan RUU Bali Di Munas X Golkar

Demer sendiri saat ini menjabat sebagai Plt Ketua Golkar Bali. Loyalis Airlangga ini di periode sebelumnya juga menjabat Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Bali DPP Golkar. Demer juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi VI DPR RI yang membidangi BUMN, industri, investasi, dan persaingan usaha.

Sedangkan, Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra alias Gus Adhi saat ini duduk sebagai anggota Komisi IV DPR RI yang membidangi pertanian, pangan, maritim, dan kehutanan. Ia di periode sebelumnya juga duduk sebagai anggota Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Bali DPP Golkar.

Dewa Made Widiasa Nida merupakan mantan Ketua Golkar Klungkung. Ia di periode lalu duduk sebagai anggota Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Bali DPP Golkar. Lalu, Wayan Geredeg, politikus senior Golkar, mantan Bupati Karangasem juga sempat menjadi Wakil Bendahara DPP Golkar di era Setya Novanto.

Baca Juga: Golkar Badung Tak Gentar Manuver Bagus Pada Kusuma Jelang Pilkada

Demer mengakui, dari nama-nama yang beredar ada beberapa yang memiliki kans besar kembali ke DPP yakni Dewa Nida dan Gus Adhi. Ia beralasan bahwa kedua nama tersebut memiliki kedekatan dengan Ketum Golkar, Airlangga Hartarto. "Ya nanti kita lihat, dia cukup dekat dengan Pak Airlangga," ungkap Demer.

Mengenai peluang dirinya kembali ke DPP, Demer mengaku, menunggu perintah dan masih melihat situasi politik. Demer siap ditempatkan dimanapun baik di pusat maupun di daerah. "Kita siap saja di mana pun. Namanya penugasan kita siap saja mau di pusat, mau di daerah. Kita lihat situasinya," terangnya.

Terpisah, Gus Adhi memilih tidak mau menanggapi kabar tersebut. Ia mengaku, dirinya tidak mau berandai-andai. "Ah jangan lah, saya nggak mau bicara dulu. Nanti kalau saya jawab siap dibilang ambisius, kalau dijawab tidak siap dibilang lah pesimis, kita lihat nanti aja," ucapnya.

Baca Juga: Airlangga Diberi Waktu 60 Hari Untuk Susun Kepengurusan Baru DPP Golkar

Hal berbeda diungkapkan Dewa Nida. Ia mengaku siap apabila ditunjuk kembali ke DPP. Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari tugas dan kewajiban seorang kader. "Siap lah sebagai kader kalau mendapat tugas kembali," tegasnya.

Apakah akan melakukan lobi-lobi politik untuk masuk DPP, mantan Sekretaris Golkar Bali versi Munas Ancol itu enggan menjawab. "Ah soal itu nanti saja, yang penting kan kita siap," kelitnya.

Usai terpilih kembali sebagai Ketum, Airlangga harus menyusun formasi kepengurusan. "Nanti diberi waktu 60 hari untuk menyusun," ujar Airlangga.

Baca Juga: Kembali Pimpin Golkar, Airlangga Dipersiapkan Jadi Capres 2024

Ia masih belum mau bicara rinci soal formasi kepengurusan yang akan disusunnya. Soal formaturnya, Airlangga mengatakan, pembahasan itu akan dilanjutkan dalam rangkaian Munas yang telah memasuki hari keempat, Kamis (5/12/2019). "Nanti akan dibahas. Tadi sudah ditetapkan formaturnya adalah dipimpin ketua umum," kata dia.

Munas Golkar pada Rabu (4/12/2019) malam juga merekomemdasikan dua tokoh senior, Luhut Binsar Pandjaitan dan Jusuf Kalla kembali ditawari posisi di partai beringin.

Menurut Airlangga, posisi itu merupakan posisi kehormatan. Sejauh ini, Airlangga menjelaskan, sejumlah senior telah berada di struktur yang penting di Golkar. Ia menyebut nama Aburizal Bakrie sebagai ketua Dewan Pembina, dan Akbar Tanjung sebagai wakil ketua Dewan Kehormatan.

"Kita juga punya dua senior lagi Pak Jusuf Kalla dan Pak Luhut Binsar Panjaitan, kita akan tawarkan kepada beliau-beliau posisi yang beliau minati," ujar dia. {bali.tribunnews.com}

fokus berita : #Gde Sumarjaya Linggih #Airlangga Hartarto #Dewa Nida


Kategori Berita Golkar Lainnya