19 Januari 2020

Berita Golkar - Renovasi Mesjid Besar Peusangan (MBP) terus berlanjut walau pun ada pihak yang tidak setuju karena harus membongkar bangunan lama. Hal tersebut dikatakan, Ketua Panitia Pembangunan MBP, H.Mukhlis,Amd, Jumat (17/1/2020).

H.Mukhlis, di hadapan Imam Mesjid, ketua Badan Kemakmuran Mesjid (BKM), para keuchik (kades) dan camat dari empat kecamatan, membeberkan tentang rencana awal dilakukan renovasi total Mesjid Besar Peusangan (MBP) tersebut.

Kata dia, gagasan membangun baru mesjid yang terletak di Keudee Matang Geulumpangdua itu, bukan keinginan dari pengurus MBP atau pun ide yang datang panitia pembangunan.Tetapi, rencana tersebut lahir dari jamaah dan masyarakat yang memang melihat kondisi mesjid sudah terdesak untuk dilakukan renovasi secara menyeluruh.

Baca Juga: Konservasi Telaga Pakem Gunung Kidul, AMPI DIY Tanam Ribuan Sengon Laut

“Sebelum peletakan batu pertama untuk mengerjakan bangunan baru, kami sudah minta pendapat dari Ulama, seperti dari Abu Tumin Blangbladeh. Abu Tumin sependapat, mesjid sudah waktunya dilakukan renovasi, karena bangunan lama sudah dimakan usia."

"Jadi ini yang perlu kita pahami. Renovasi ini bukan keinginan dari segelintir orang,” ujar H.Mukhlis, Amd yang juga Ketua Harian DPD II Partai Golkar Kabupaten Bireuen.

Dia juga menyebutkan meski ada pihak-pihak yang keberatan tentang renovasi karena harus membongkar bangunan lama, tetapi panitia tetap melanjutkan proses renovasi itu sampai bangunan baru dapat dirampungkan.

Baca Juga: Andi Debby Purnama Sosialisasi Wajib Belajar, Emak-Emak Makassar Curhat Pungli Sekolah

H.Mukhlis yang juga Ketua Umum KONI Bireuen, menyebutkan meskipun banyak tantangan yang dihadapi, pihak panitia tidak akan mundur terus membangun mesjid yang terletak di lintas Banda Aceh-Medan.

“Kita mendapat dukungan dari ulama dan masyarakat Peusangan Raya. Insya Allah target lima tahun bisa rampung," ujar pengusaha sukses yang bergerak dibidang jasa kontruksi.

Selanjutnya pengusaha yang lebih dikenal dengan nama Mukhlis Takabeya, pada pertemuan itu, menyebutkan panitia bekerja dengan ikhlas tanpa menerima gaji. “Kami harap balasan dari Allah. Boleh lihat di laporan keuangan, apakah ada biaya yang dikeluarkan untuk membayar gaji panitia,” ujarnya.

Baca Juga: Adrianus Asia Sidot Siap Bantu Genjot Promosi Wisata Ke Sintang

Pada acara itu disampaikan pula tentang keuangan panitia. Sebut Mukhlis, selama 2 tahun, panitia telah mengumpulkan dana sebesar Rp11 milyar lebih. Dana itu merupakan sumbangan dari masyarakat, hibah Pemerintah Kabupaten Bireuen dan Pemerintah Aceh.

Untuk ke depan, Mukhlis mengajak semua tokoh masyarakat dan kades di ‘Peusangan Raya’ untuk mendukung mengumpulkan dana untuk renovasi MBP yang merupakan mesjid kebanggaan warga Peusangan Raya.

“Walaupun saat ini kondisi kas sudah terutang sampai Rp500 juta, namun pembangunan tidak akan berhenti sampai di sini” janji adik kandung Bupati Bireuen, H. Saifannur,SSos yang diketahui untuk renovasi total MBP itu, dia juga telah memberi sumbangan sebesar satu milyar rupiah.

Baca Juga: Agus Makmur Santoso Khawatir Golkar Hanya Jadi Tunggangan Politik

Pertemuan yang berlangsung usai salat jumat, beberapa tokoh seperti imam mesjid,perwakilan kades turut memberikan pendapat yang intinya semua sependapat renovasi MBP perlu dilanjutkan.

Sebagaimana diketahui, Mesjid Besar Peusangan di Keude Matang Geulumpangdua itu adalah mesjid rujukan untuk empat kecamatan, yaitu Kecamatan Peusangan, Peusangan Siblah Krueng, Peusangan Selatan, dan Kecamatan Jangka. Mesjid ini dibangun baru dua lantai yang dapat menampung lima ribu jamaah. Model MBP ini adopsi mesjid Maroko dan Mesir. {realitasonline.com}

fokus berita : #Mukhlis


Kategori Berita Golkar Lainnya