24 Januari 2020

Berita Golkar - Bupati Lombok Tengah, H Moh Suhaili FT menegaskan, bahwa diri setuju dan mendukung rencana pembangunan kereta gantung menuju kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).

Rencana pembangunan kereta gantung yang sudah lama diwacanakan Bupati Lombok Tengah itu mencuat kembali setelah pihak investor PT Indonesia Lombok Resort, perusahaan konsorsium antara China dan Indonesia bertemu dengan Gubernur NTB, Drs Zulkieflimansyah di Kantor Gubernur NTB beberapa waktu lalu.

“Kita siap mendukung apa yang ditugaskan Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi NTB untuk pembangunan Kereta Gantung Rinjani tersebut,” ujar H Moh Suhaili FT kepada wartawan selesai senam pagi di Bencingah Adiguna Praya, Jumat (24/1).

Baca Juga: Baiq Isvie Rupaeda Tegaskan DPRD NTB Dukung Rencana Gubernur Ganti Nama Bandara

Ditegaskan, bahwa meskipun rencana pembangunan Kereta Gantung menuju Gunung Rinjani itu terjadi pro dan kontra serta dinamika dalam rencana pembangunannya.

Dimana pada waktu itu Pemerintah Provinsi NTB menolak dan saat ini Pemerintah Provinsi NTB sangat mendukung pembangunan destinasi baru yang akan menjadi pendukung pengembangan pariwisata di NTB umumnya dan pelaksana MotoGP Tahun 2021 di Sirkuit Mandalika Resort.

“Saya sangat bersyukur kepada Allah SWT dan terimakasih kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi NTB yang ingin membangun penunjang Geopark TNGR itu. Kita lupakan dinamika itu,” ujarnya.

Baca Juga: Revitalisasi Pasar, Wamendag Jerry Sambuaga Dorong Pembayaran Non Tunai

Dijelaskan, dengan adanya destinasi baru Kereta Gantung Rinjani itu akan menambah potensi pariwisata di NTB, bukan hanya di Lombok Tengah. Ini juga bisa menjadi magnet menambah kunjungan wisatawan, tidak hanya MotoGP.

Keberadaan kereta gantung ini bisa menjadi alternatif bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam kawasan Gunung Rinjani. “Yang tidak kuat jalan bisa gunakan kereta gantung, yang pencita alam bisa jalan kaki. Tidak ada yang di tutup. Lokasi pembangunan itu di wilayah Desa Karang Sidmen Kecamatan Batukliang Utara,” jelasnya.

Baca Juga: Bamsoet Nilai Usulan Hadirkan Kembali Utusan Golongan di MPR Perlu Dielaborasi

Ditegaskan, kalau berbicara kelestarian hutan, justru dampak saat ini sudah dirasakan dengan banyaknya sampah Plastik. Sehingga dengan adanya kereta gantung ini bisa dijadikan alat untuk mengangkut sampah dari kawasan Gunung rinjani itu. Dalam perjalanan wisata kereta gantung itu juga tentunya membutuhkan pemadu, jadi tidak akan mematikan pekerja para Porter itu sendiri.

“Ijin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan TNGR sudah ada. Kita akan membentuk Tim khusus untuk mendukung pembangunan kereta gantung tersebut,” pungkasnya. {www.talikanews.com}

fokus berita : #Moh. Suhaili FT


Kategori Berita Golkar Lainnya