13 April 2020

Berita Golkar - Tujuh bulan sudah politikus Partai Golkar, Meutya Hafid, memimpin Komisi I DPR RI. Tentu, ia memiliki kesan selama bermitra dengan lembaga di bidang pertahanan.

Tak mudah memang, Meutya mengaku perlu penyesuaian lebih terhadap mitranya seperti Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate yang memiliki latar belakang seorang politikus.

“Namanya politisi, kadang penyampaiannya di rapat seperti kampanye,” kelakar mantan jurnalis televisi itu di program AKSI (Akrab Bersama Politisi) by IDN Times, Jumat (10/4) lalu.

Baca Juga: Gandeng HKTI dan HNSI, Golkar Kendal Semprotkan Desinfektan di 4 Kecamatan

Dalam kesempatan itu, IDN Times dan Meutya ‘ngobrol’ santai tentang menteri mana saja yang paling sering diinterupsi Komisi l DPR. Lalu apa kata Meutya?

1. Menteri Prabowo paling sering diinterupsi

Sambil berkelakar, Meutya menyebut Prabowo yang paling sering diinterupsi oleh Komisi l DPR. Hal itu bukan karena Ketua Umum Partai Gerindra itu tak menguasai permasalahan, melainkan perlu penyesuaian yang lebih dari Komisi l DPR.

“Pak Prabowo, namanya juga beliau lama di militer kemudian juga capres tentu pendekatannya dari kitanya (Komisi I DPR) harus agak lebih ‘ngemong’, karena beliau belum biasa, belum terbiasa dengan cara kerja di DPR,” ucap Meutya.

Baca Juga: Idah Syahidah Tolak Dana Haji Dialihkan Untuk Tangani COVID-19, Ini Alasannya

2. Meutya sebut Prabowo perfeksionis

Namun demikian, kesan pertama Meutya ketika rapat kerja perdana bersama Menhan Prabowo cukup memuaskan. Meutya menilai, Prabowo terlihat sangat percaya diri menyampaikan visi misinya selama menjabat Menhan.

“Tapi untuk rapat pertama cukup oke, menjawab dan betul-betul mempersiapkan diri, awalannya masih simulasi dengan Kemenhan. Beliau perfeksionis,” tutur Meutya.

3. Komisi I juga kewalahan raker bersama Johnny Plate

Meutya juga mengungkapkan, Komisi l DPR ternyata sempat kewalahan selama rapat kerja dengan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate. Meutya memaklumi hal tersebut karena melihat latar belakang Sekjen NasDem itu yang bukan seorang ahli.

Baca Juga: Bupati Tetty Paruntu Minta Rumah Makan, Kafe dan Kedai di Minsel Hanya Layani Take Away

“Pak Plate politisi jadi memang panjang jago memutar kata, walaupun tidak memiliki jawaban tapi beliau bisa saja jawabnya,” ungkap Meutya seraya tertawa.

4. Menlu jadi mitra yang paling terukur bagi Komisi I DPR

Selain Prabowo dan Johnny, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang juga di bawah koordinasi Komisi l DPR cukup berkesan bagi Meutya. Menurutnya, Retno adalah satu-satunya menteri yang selalu memiliki jawaban terukur selama raker bersama DPR.

“Ibu Menlu jadi satu-satunya mitra perempuan, kalau jawab terukur jawabannya, terukur, teks book data, data, data,“ ucap Meutya.

Baca Juga: Supriansa Minta Pemerintah Perhatikan Nasib Jurnalis Terdampak COVID-19

5. Komisi I DPR merangkul mitranya untuk bersama-sama mencari solusi

Terlepas dari kesan Meutya dengan tiga menteri di bawah pengawasannya, ia memastikan ketiganya memiliki cara masing-masing dalam menjalani tugas sebagai menteri di Kabinet Indonesia Maju.

“Masing-masing punya caranya. Di DPR itu kan mitra, kritis tetap perlu, tapi kemitraan kebersamaan mencari solusi, mengatur anggaran legislasi dan pengawasan jadi penting,” ujar dia. {nkriku.com}

fokus berita : #Meutya Hafid #prabowo subianto #Johnny G Plate


Kategori Berita Golkar Lainnya