27 Juni 2020

Berita Golkar - Jika berbicara tentang partai politik, tentunya tidak asing lagi dengan Golkar atau yang dikenal dengan Golongan Karya. Partai yang satu ini merupakan partai besar yang begitu berpengaruh pada perlemen di Indonesia. Namun tidak banyak yang tahu bahwa partai Golkar dari sekber. Hingga akhirnya berubah menjadi partai dan begitu berpengaruh hingga saat ini.

Dibalik kesuksesan Golkar yang kini sangat berpengaruh pada pemerintahan ternyata memiliki cerita lawas yang menarik untuk diulas. Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa jika dilihat dari segi histori, Golkar awalnya bukanlah partai melainkan sekber. Pada masa itu lebih dikenal dengan sekertariat kebersamaan. Lalu bagaimana dengan sejarah lengkap dari Golkar?

Sejarah Golkar Dari Sekber (Sekretariat Bersama)
Pemerintahan di Indonesia juga memiliki beberapa komponen penting. Salah satunya adalah kepartaian yang sudah tidak asing lagi di kalangan para politikus. Jika menilik lebih lanjut tentang kepartaian di Indonesia, tidak ada salahnya untuk mengupas mengenai Golkar atau Golongan Karya. Bermula ketika presiden pertama Indonesia yaitu Soekarno memberikan sebuah perintah.

Dalam perintah tersebut disebutkan bahwa partai-partai harus dibubarkan. Hal dikarenakan adanya kegagalan dalam menuntaskan revolusi kala itu. Terlebih lagi muncul beberapa konflik yang didasari oleh partai-partai yang berebut kekuasaan. Kepentingan golongan yang menyebabkan konflik harus segera dibubarkan. Hingga akhirnya muncul usulan yang lainnya.

Dalam usulan kali ini, Soekarno menyebutkan bahwa adanya bentukan sebuah golongan yang lebih fungsional. Bisa dikatakan bahwa Golongan Karya yang dapat menggantikan partai-partai sebelumnya. Hal ini menjadi tonggak awal Golkar dari sekber. Diketahui bahwa Soekarno mendapat ide mengenai golongan fungsional ini dari ahli hukum masa itu. Seperti Profesor Djokosutono yang juga memiliki relasi lain yang paham mengenai gagasan fungsional.

Dalam sejarah juga disebutkan bahwa Soekarno mendapat ide dari Tiongkok dan juga Yugoslavia. Kedua negara tersebut memiliki golongan fungsional yang berfungsi sebagai wadah masyarakat. Siapa sangka jika gagasan mengenai golongan fungsional ini sudah digagas oleh angkatan darat. Dalam catatan sejarah disebutkan bahwa angkatan darat telah membentuk golongan karya terlebih dahulu.

Jika dilihat dari latar waktu atau periodenya, ketika itu sedang dimulainya Demokrasi Terpimpin secara resmi. Diperkirakan akhir tahun 1959 dan saat itu Soekarno belum mendirikan golongan apapun. Tentu saja hal ini menjadi golongan milik angkatan darat.

Fase Golkar Dari Sekber Hingga Menjadi Sebuah Partai
Kembali pada awal pembentukan golongan fungsional yang dibuat oleh angkatan darat. Diperkirakan tanggal 17 Juni 1957, angkatan darat mengawali pembentukan golongan dengan nama Badan Kerja Sama atau disingkat BKS. Golongan ini difungsikan sebagai sebuah wadah untuk himpunan angkatan darat dan himpunan lainnya.

Seperti organisasi pemuda, organisasi jurnalis, hingga petani yang telah terbentuk saat itu. Pada pembentukan golongan ini sama sekali tidak dibumbui dengan adanya sistem kepartaian. Artinya saat itu memang tidak ada gagasan untuk menjadi ataupun mengganti partai. Namun siapa sangka jika hal ini merupakan pijakan Golkar dari sekber.

Golongan tersebut hadir dengan tujuan yang berbeda. Salah satu tujuannya adalah angkatan darat membutuhkan senjata lebih untuk melawan PKI. Disebutkan bahwa organisasi Golongan Karya dan organisasi lainnya memiliki rival tunggal yang sama yaitu PKI. Sejak saat itulah mulai berkembang beberapa organisasi. Tentunya angkatan daratlah yang melakukan pengembangan ini.

Banyak organisasi yang telah dikembangkan saat itu. Diantaranya adalah Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia atau SOKSI. Organisasi SOKSI merupakan organisasi yang didirikan untuk menjadi tandingan dari SOBSI. Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia merupakan bawahan dari PKI kala itu.

Tak sampai disitu saja, sejarah terus berlanjut. Fase demi fase terbentuknya Golongan Karya sudah mulai jelas. Kala itu, organisasi semakin banyak terutama untuk organisasi keprofesian. Hingga pada tahun 1963 muncul organisasi karyawan yang diperuntukkan bagi petani, mahasiswa pertanian, pemuda, wanita, hingga intelektual.

Kemudian organisasi-organisasi tersebut meleburkan diri pada sebuah kesatuan yang disebut Sekretariat Bersama Golongan Karya atau Sekber Golkar. Partai Golkar dari sekber bermula dari 20 Oktober 1964. Sejak hari itu, Golkar menjadikan tanggal tersebut sebagai hari jadi Golkar. Tentu saja saat itu belum terbentuk sebuah partai.

Berlanjut pada tumbangnya pemerintahan Soekarno pada tahun 1965. Kemudian beralih ke masa yang baru yang lebih dikenal dengan orde baru. Pada masa ini dikenal sosok Soeharto yang memimpin dan menjadi presiden. Hal ini juga mempengaruhi kepemimpinan sekber Golkar dimana Soeharto yang mulai memegang kendali.

Sekber Golkar dijadikan sebagai salah satu perantara untuk memenangkan pemilu pada masa itu. Alhasil memang benar bahwa sekber Golkar menang. Bahkan sekber Golkar memenangkan pemilu empat kali berturut-turut pada masa orde baru. Hingga akhirnya terhimpun 201 organisasi yang berada dalam naungan Sekber Golkar pada tahun 1971.

Golkar Dari Sekber Menjadi Partai Hingga Saat Ini
Pada masa orde baru, sekber Golkar memiliki kunci pemenangan yaitu para organisasi pegawai negeri sipil atau PNS dan juga militer. Hingga akhirnya orde baru telah digulingkan dan beralih ke reformasi di tahun 1998. Banyak asumsi bahwa tumbangnya orde baru juga menumbangkan sekber Golkar.

Siapa sangka jika sekber Golkar dapat bertahan dan muncul dalam pemilu menjadi sebuah partai. Bukan hanya sebagai partai kecil dari golongan, tetapi menjadi sebuah partai politik besar. Hingga kiprahnya menuai banyak decak kagum pada setiap pemilu tahun 1999, 2004, hingga 2009. Bisa dikatakan bahwa reformasi menjadi awal baru sekber Golkar menjadi sebuah partai.

Golkar dari sekber dan beralih menjadi partai besar hingga saat ini. Mempertahankan kiprah pada 3 periode perjuangan dan pemerintahan tentunya tidak mudah. Apalagi mampu menduduki tingkat yang bisa dibilang besar dan memiliki banyak himpunan organisasi di dalamnya. Bermula dari sebuah golongan yang hanya digagas dengan sistem antipartai saat itu.

Kegagalan partai di masa orde lama menjadi sebuah dorongan kemudian gagasan Soekarno menjadi sebuah ide. Hingga akhirnya diwujudkan oleh angkatan darat. Sejarah partai Golkar yang berasal dari sekber memang cukup menarik. Kini Golkar dijalankan dengan tetap memegang ideologi Pancasila dan juga beberapa misinya.

Diantaranya adalah menegaskan, mengamankan, dan mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa demi memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kemudian mewujudkan cita-cita proklamasi melalui pelaksanaan pembangunan nasional di segala bidang untuk merealisasikan masyarakat yang demokratis dan berdaulat, menegakkan supremasi hukum dan menghormati HAM dan juga terwujudnya ketertiban dan perdamaian dunia. Lalu mewujudkan pemerintahan yang efektif dengan tata pemerintahan yang baik, bersih, berwibawa dan demo.

Kemudian ada beberapa tujuan yang dipegang oleh partai Golkar dari sekber itu sendiri. Diantaranya seperti mempertahankan dan mengamalkan Pancasila dan menegakkan UUD NKRI tahun 1945, mewujudkan cita-cita bangsa sebagaimana yang dimaksud dalam pembukaan UUD NKRI tahun 1945. Lalu menciptakan masyarakat adil dan makmur, merata secara material dan spiritual berdasarkan Pancasila dan UUD NKRI tahun 1945 dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Achmad Annama Chayat, Koordinator Golkar Milenial, Founder Golkarpedia, Eks Caketum Partai Golkar

fokus berita : #Achmad Annama #Djokosutono


Kategori Berita Golkar Lainnya