13 Oktober 2017

Bahas Polemik 5 Kadis Hadiri Rakerda Golkar, AMPG Riau Sambangi Bawaslu

Berita Golkar - Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Riau Silaturahim dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Riau, Kamis (12/10/17) di kantor sekretariat Bawaslu Provinsi Riau. Ketua Bawaslu Riau, Rusidi Rusdan menerima langsung kunjungan AMPG Riau dalam rangka silaturahim dan juga membahas polemik yang dihadapi 5 orang Kepala Dinas terkait kehadiran mereka pada Rakerda Golkar di Rokan Hulu.

Dari PD AMPG Provinsi Riau hadir Jhoni Alpen selaku ketua harian, Pahrijal Sekjen, Yumizar Yunus Ketua Badan pengamanan suara, Dani Suhlika wakil ketua, Ahmad Effendi Siregar wakil ketua, Tata Haira, Teguh Utama Putra dan beberapa jajaran pengurus lainnya. Rusidi mengatakan persoalan dugaan indikasi politik praktis yang melibatkan ASN sudah clear setelah dilakukan pertemuan dengan 5 orang Kadis, Senin 9 Oktober 2017, dan Kamis 12 Oktober 2017.

Hasil pertemuan, Bawaslu Riau menyimpulkan tidak ada pelanggaran netralitas yang dilakukan ASN pada rakerda tersebut, sebab kehadiran mereka atas undangan resmi Partai Golkar untuk menyampaikan program dan capaian pembangunan Provinsi Riau, sesuai bidangnya. "Mereka juga memperlihatkan materi yang telah disampaikan pada acara tersebut kepada Bawaslu Riau, serta foto-foto pada saat mereka memberikan materi" tuturnya.

Rusidi mengatakan kehadiran ASN sebagai narasumber dalam acara partai politik tidak menyalahi aturan perundang-undangan pemilihan kepala daerah, sebab partai politik juga lembaga negara yang berdiri berdasarkan konstitusi dan berhak memperoleh informasi soal pembangunan daerah. "Namun kita mengingatkan agar para ASN memberikan perlakuan yang sama terhadap semua partai politik yang membutuhkan informasi soal pembangunan, alias bersikap adil terhadap semua partai politik" tutupnya.

Jhoni Alpen selaku ketua harian PD AMPG Provinsi Riau berterima kasih kepada Bawaslu Riau yang telah menyambut hangat dan berharap pertemuan ini dapat menyejukkan suasana yang sempat menghangat beberapa hari terakhir. "AMPG Riau berharap, Bawaslu Riau juga mengundang penyelenggara Rakerda untuk memberikan informasi lengkap, sehingga tidak salah menafsirkan karena apapun namanya mereka ASN tersebut adalah tamu kami dalam acara itu." tegasnya

Ketua Bawaslu Riau mengatakan alasan tidak mengundang panitia penyelenggara Rakerda, karena Bawaslu berada dalam posisi melakukan tugas pencegahan pelanggaran dan tugas untuk menjaga netralitas ASN, bukan sedang menangani pelanggaran pemilihan saja.

Anggota Bawaslu Riau, Gema Wahyu Adinata juga memaparkan sejumlah aturan yang menjadi pijakan Bawaslu Riau untuk mengundang sejumlah Kadis. Hal itu sempat ditanyakan pengurus AMPG, soal apa dasar Bawaslu Riau mengundang para Kadis, dan mengapa tidak mengundang panitia Rakerda Golkar.

Gema Wahyu mengatakan, sudah dilakukan diskusi mendalam untuk mengatasi persoalan itu, dan Bawaslu Riau mengambil sikap menyelesaikan kabar viral itu dengan cara meminta informasi langsung terhadap 5 orang Kadis. "Hasilnya, Bawaslu Riau mendapatkan informasi lengkap soal kehadiran para Kadis di Rakerda Golkar sebagai narasumber untuk memaparkan sejumlah materi soal perkembangan daerah" tegas Gema. [riauterkini]

fokus berita :