30 Oktober 2017

DPP Dukung Ridwan Kamil, Kader Golkar Akar Rumput Kecewa Berat

Berita Golkar - Rekomendasi yang diberikan DPP Partai Golkar kepada Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan anggota DPR RI Daniel Muttaqien untuk maju dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat pada Juni 2018 mendatang menuai kecaman pengurus bawah partai tersebut.

Keputusan pengurus pusat yang diumumkan melalui media oleh Sekretaris Jenderal Idrus Marham tersebut tidak sesuai dengan aspirasi kader yang sudah tertuang dalam Keputusan Rapat Pimpinan Daerah DPD Partai Golkar Jawa Barat di Hotel Resinda, Karawang.

Dalam rapat tersebut diperoleh keputusan bahwa seluruh kader mendorong Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi sebagai calon gubernur Jawa Barat dan hasilnya telah diserahkan ke DPP Golkar.

“Saat itu kami diundang untuk mengawal aspirasi kami dalam Rapimda yang sebelumnya disampaikan kepada DPD kabupaten/kota. Alhamdulillah sesuai aspirasi kami yaitu Kang Dedi Mulyadi menjadi satu-satunya yang diusulkan untuk mendapatkan rekomendasi DPP Golkar. Tapi kenapa tidak ada nama Kang Dedi dalam rekomendasi yang disampaikan oleh Pak Idrus Marham,” jelas Ketua Pengurus Golkar Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Yayan Heryana, Senin (30/10/2017).

Kesolidan kader akar rumpur Partai Golkar ini bukan tanpa sebab. Selama ini, lanjut Yayan, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi berhasil membangun spirit kader untuk membangun konsolidasi internal dan eksternal partai.

Secara pribadi, Dedi pun memberi contoh bagaimana melebur dengan masyarakat dalam berbagai kegiatan safari budaya keliling kampung di Jabar yang sering dilaksanakan.

“Kami menyambangi rumah ke rumah, satu per satu persoalan warga kami selesaikan, baik tenaga dan materi itu modal kami kader di bawah. Itu kami lakukan karena malu kepada Kang Dedi yang bergerak tidak pernah lelah melihat warga. Jadi kami melakukan hal yang sama. Ini DPP Golkar menutup mata terhadap kinerja kami bersama Kang Dedi,” katanya.

Seperti diketahui, berdasarkan survei CSIS, sebelum Dedi Mulyadi memimpin Partai Golkar Jawa Barat, elektabilitas partai ini berada di angka 8,6 persen. Angka ini berubah segera saat Dedi memimpin menjadi 13,7 persen pada Tahun 2016, dan kini atau tahun 2017 berada di angka 18,9 persen.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan elektabilitas Partai Golkar di tingkat nasional yang terus mengalami penurunan.

"Ini seperti tak dilihat oleh DPP, apakah malu kalau selama ini elektabilitas Golkar di Jabar naik drastis oleh Kang Dedi," tambahnya.

Sementara itu, Dadang Mulyawan, ketua Pengurus Golkar Kecamatan Palasah, Majalengka, menyayangkan sikap DPP Partai Golkar yang tidak mempertimbangkan suara kader. Padahal selama ini Partai Golkar dibesarkan oleh jerih payah dan keringat para kader bersama jajaran pengurus di tingkat Jabar.

“Aneh sekali, kalau kami tidak bekerja di lapangan, DPP Golkar mau mengandalkan siapa? Misalnya rekomendasi itu turun kepada orang lain, kalau kami tidak mau bekerja, mau apa?" pungkasnya. [kompas]

fokus berita :